Senin, 24 September 2018 10:49 WIB
pmk

Hukum

Jadi Tersangka, Idrus Marham telah Dicekal ke Luar Negeri

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Foto: Dhika Noor Alam/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Setelah menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka, Komisi Pemberantasaan Korupsi (KPK) mencegah politikus Partai Golkar itu bepergian ke luar negeri. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/8/2018).

Pencegahan ini setelah penyidik KPK menaikan status hukumnya dari saksi menjadi tersangka dalam kasus suap Proyek PLTU Riau-1. "Perasaan sudah. Saya lupa tanggalnya. Coba konfirmasi ke Febri (Jubir KPK)," ujar Basaria.

Sementara, Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, mengaku belum menerima surat dari KPK, perihal permintaan pencengahan atas nama Idrus Marham. "Iya kalau belum diterima boleh diperbolehkan melintas," jelas Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno.

Idrus Marham disebut menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama besar, dari jatah mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebesar USD 1,5 juta yang dijanjikan oleh pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited (BNR) Johanes Budisutrisno Kotjo, apabila PPA Proyek PLTU Riau 1 berhasil dilaksanakannya.

Atas perbuatannya, Idrus Marham disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, atau Pasal huruf b, atau Pasal 11 Undang Undang No31 Tahun 1999. Sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke KUHP atau Pasal 56 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.  (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik #kpk-ri #basaria-panjaitan #humas-dan-umum-ditjen-imigrasi #agung-sampurno 

Berita Terkait

IKLAN