Rabu, 14 November 2018 10:07 WIB
pmk

Headline

KPK Belum Memiliki Dua Alat Bukti untuk Jerat Dirut PLN

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan. Foto: Dhika Noor Alam/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Koropsi (KPK) telah menetapkan tiga tersangka atas penanganan perkara, mengenai kasus suap PLTU Riau-1. Dari ketiga tersangka salah satunya, mantan Menteri Sosial Idrus Marham. KPK masih mengembangan kasus tersebut untuk menemukan tersangka lain.

"Setiap kasus yang kita pegang selalu ada pengembangan, dan selalu ada kemungkinan penetapan tersangka lain. Tapi nanti akan kita lihat pengembangan kasus oleh tim," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

KPK, lanjut Basaria terus mendalami dan menelusuri keterlebitan pihak lain yang diduga memiliki peran dalam proyek PLTU Riau-1, termasuk Dirut PLN Sofyan Basir yang telah dua kali diperiksa KPK.

"Kemudian apakah turut sertakan orang-orang lain di pihak PLN, termasuk Dirutnya untuk hal ini belum menemukan dua alat bukti masih terus dikembangkan," jelas Basaria.

KPK juga belum mengumumkan aliran dana dari proyek tersebut. "Belum ada ke pihak-pihak lain. Kalau sudah ada aliran dana itu akan diumumkan pada hari ini," terang Basaria.

Dalam penyidikan awal sudah dilakukan 14 Juli 2018 hingga saat ini, sekurang-kurangnya penyidik KPK telah memeriksa 28 orang saksi. Termasuk pegawai dan pejabat PT PLN. (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik #kpk #basaria-panjaitan 

Berita Terkait

IKLAN