Headline

Fase Terakhir Armuzna, 151 Orang Wafat

Redaktur:
Fase Terakhir Armuzna, 151 Orang Wafat - Headline

SIAP-Petugas membantu jamaah haji menjalani rangkaian ibadah haji. Foto: Kemenag.go.id

INDOPOS.CO.ID - Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci 151 orang. Ini hingga hari terakhir fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Jumat (24/8).  Dikutip dari situs resmi Kemenag RI, rinciannya adalah 87 jamaah wafat di Makkah, 27 di Madinah, 7 di Arafah, 5 di Muzdalifah, 22 di Mina dan sisanya 3 wafat di daerah kerja bandara.

Disebutkan juga, jumlah jamaah yang mengikuti nafar awal sebanyak 112.552 orang, nafar tsani 77.937 orang, dan tanazul 401 orang. Jumlah jamaah yang disafariwukufkan 142 orang. Naik dibanding tahun lalu yang berjumlah 106 orang dan 140 orang pada 2016.

Sekadar diketahui, setelah penerapan istitha’ah (kemampuan) kesehatan jamaah haji yang telah dimulai sejak akhir tahun lalu diklaim sudah menunjukkan hasil. Tahun ini angka kematian jemaah haji Indonesia berkurang signifikan dibanding tahun lalu. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, ini merupakan buah dari pengetatan seleksi haji di tahun ini.

Data per Rabu (22/08) sore waktu Arab Saudi, jumlah jemaah haji meninggal di Arab Saudi ada 130 orang. Dari jumlah tersebut 33 di antaranya meninggal pada fase Arafah, Muzdalifah Mina atau Armina.

Pada 2017 lalu, jumlah jamaah haji meninggal mencapai angka 54 pada fase Armuzna saja. Adapun total jamaah meninggal pada tahun lalu berjumlah 657 orang. "Ya tentu kita sangat bersyukur bahwa tahun ini angka jamaah haji kita yang wafat itu jauh menurun berkurang angkanya lebih rendah dibanding hari yang sama dengan tahun lalu," ujar Menag di Kantor Misi Haji Indonesia di Mina, Arab Saudi, Rabu (22/8) malam

Tak hanya itu saja, Menag juga mengatakan menurunnya jumlah jamaah haji meninggal itu juga disebabkan gesitnya petugas haji di bidang kesehatan."Kedua adalah ini adalah buah keberhasilan para petugas yang senantiasa memberikan sosialisasi penyuluhan di bidang kesehatan terhadap jemaah haji kita sehingga pola hidup sehat dan seterusnya itu bisa sesuai dengan ketentuan," ujar Menag.

"Ini adalah hasil ikhtiar kita sejak beberapa waktu yang lalu, beberapa bulan yang lalu untuk lebih ketat menyeleksi jamaah jemaah kita, khususnya yang berisiko tinggi atau risti agar memenuhi istitha'ah," jelasnya.

Dia juga bersyukur tingkat jamaah yang dirawat di klinik kesehatan haji Indonesia baik di Arafah maupun di Mina itu angkanya jauh lebih kecil, angkanya menurun di banding tahun lalu pada saat yang bersamaan.“Yang lebih saya syukuri adalah tingkat jemaah yang dirawat di klinik kesehatan kita baik di arafah maupun di Mina itu angkanya jauh lebih kecil,” tuturnya.

Setelah fase Armuzna, jamaah haji akan mengikuti fase yang jauh lebih ringan yakni tinggal menunggu antrean kepulangan ke Indonesia. Selama menunggu kepulangan, menginap menginap di hotel setara bintang tiga.

Jamaah haji gelombang pertama akan pulang dari Makkah langsung ke tanah air via bandara Jeddah. Sedangkan jamaah gelombang kedua, akan bertolak dari Makkah ke Madinah sebelum terbang pulang. (zul/kgi)

 

Berita Terkait

Nasional / Jalur Cepat di Musim Haji 2019

Nasional / DPR Tetap Minta Pakai Rupiah

Nasional / Perbaiki Layanan Haji, Menag ke Jeddah

Internasional / Arab Saudi Larang 3 Juta Warga Palestina Berhaji

Nasional / Khoirizi Ingatkan Soal Perda Haji


Baca Juga !.