Rabu, 21 November 2018 05:26 WIB
pmk

Indotainment

Dua Film Indonesia Tembus Festival Film Toronto

Redaktur: Redjo Prahananda

Toronto International Film Festival (TIFF) 2018. (istimewa)

INDOPOS.CO.ID - Dua film Indonesia akan turut memeriahkan Toronto International Film Festival (TIFF) 2018 yang akan didigelar mulai 6 September 2018 sampai 16 September 2018 nanti. Film berjudul A Mother’s Love dan Ballad of Blood and Two White Buckets terpilih untuk diputar di event bergengsi tersebut.

Film A Mother’s Love merupakan salah satu episode di serial HBO Asia, Folklore. Film tentang hantu bernama wewe gombel itu merupakan karya sutradara Joko Anwar. Di TIFF 2018, A Mother’s Love akan diputar di sesi prime time. Inilah sebuah sesi yang memutar sebuah episode film dari serial televisi untuk kali pertama.

Sebenarnya pada 2015 lalu, film karya Joko yang berjudul 'A Copy of My Mind' juga terpilih untuk diputar di TIFF 2015. Film tersebut mendapat sambutan positif dari penyelenggara. Hingga akhirnya, penyelenggara TIFF kembali menghubungi Joko tahun ini. Mereka ingin melihat karya lain Joko.

Kebetulan, Joko baru saja merampungkan syuting A Mother’s Love. Ia pun lantas menawarkan episode Folklore itu ke pihak penyelenggara TIFF. ’’Ternyata mereka suka dan langsung dipilih,’’ ujar Joko kepada JPG baru-baru ini.

Selain A Mother’s Love, penyelenggara TIFF 2018 juga memilih satu episode lain dari Folklore. Mereka memilih Pob karya sutradara Thailand Pen-Ek Ratanaruang. Folklore berupa serial berjumlah enam episode. Di dalamnya, ada enam sutradara Asia yang masing-masing membuat film horor. Cerita seram itu diangkat dari legenda atau mitos di negara masing-masing.

Rencananya, Folklore dirilis pada Oktober di kanal HBO Asia. Joko mengungkapkan bahwa pemutaran di TIFF 2018 bisa menjadi batu loncatan untuk A Mother’s Love.

’’TIFF ini'kan salah satu acara besar. Biasanya di sana juga ada programmer dari festival-festival lain," katanya yang juga mengatakan karenanya akan terbuka peluang A Mother’s Love untuk diputar di festival film internasional lain.

Sementara itu, Film Ballad of Blood and Two White Buckets terpilih mewakili film pendek. Karya sutradara Yosep Anggi Noen itu diputar pada sesi short cuts. Film tersebut menjadi satu-satunya film pendek dari Indonesia.

Ballad of Blood and Two White Buckets mengisahkan tentang pasangan Ning (Ruth Marini) dan Mur (Muhammad Abe). Mereka berjualan saren (darah hewan beku) sebagai mata pencaharian. Upaya mereka terhalang kepercayaan setempat bahwa darah hukumnya haram dimakan.

Menurut produser Yulia Evina Bhara, film berdurasi 15 menit itu memotret semangat juang masyarakat. ’’Lewat film pendek ini, kami ingin menunjukkan betapa seseorang rela bekerja keras demi bertahan hidup di tengah tekanan besar,’’ ungkapnya.

Berbeda dengan A Mother’s Love yang dipilih penyelenggara, Ballad of Blood and Two White Buckets terpilih lewat pendaftaran. Ini merupakan kali pertama karya Yosef diputar di festival tersebut.

’’Kami daftarkan film secara online ke pihak TIFF dan kemudian lolos seleksi untuk diputar,’’ pungkas Yulia. (len/nda/jpnn/ind)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #film-indonesia #festival-film-toronto #tiff-2018 

Berita Terkait

Menggenjot Ekspor Florikultura Melalui TIFF 2018

Nasional

Film Indonesia Layak Ikut Festival Internasional

Indotainment

IKLAN