Kamis, 20 September 2018 09:53 WIB
pmk

Politik

Agus Gumiwang Jalan Tengah di Kasus Idrus Marham

Redaktur: Redjo Prahananda

Agus Gumiwang (tengah) menggantikan Idrus Marham usai dilantik Presiden Jokowi. Foto: jawapos

INDOPOS.CO.ID - Partai Golkar dan Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla mempunyai strategi tersendiri dalam memilih Agus Gumiwang menggantikan posisi Idrus Marham sebagai Menteri Sosial.

Dia dinilai jalan tengah untuk memfasilitasi kepentingan Jokowi di Pilpres 2019 dan kepentingan internal Partai Golkar. Pandangan itu datang dari Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah NTB DPP Partai Golkar, Sirajuddin Abdul Wahab

menuturkan, Agus Gumiwang terpilih jadi Mensos dengan asumsi bisa memberikan penguatan basis Jokowi di Jawa Barat karena pada Pilpres 2014 Jokowi kalah di tanah Pasundan.

Sirajuddin mengklaim, putra Ginandjar Kartasasmita itu mempunyai basis massa kuat di Jawa Barat. Agus anggota DPR RI terpilih dari daerah pilihan Jawa Barat II.

"Penempatan Agus Gumiwang itu salah satu langkah tepat (bagi Jokowi) berkaitan dengan politik," cetus Sirajuddin di Kawasan Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (25/8/2018).

Pandangan serupa datang dari Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes. Menurutnya, sosok Agus dipilih Jokowi untuk mengamankan suara Jawa Barat.

Sedangkan bagi kepentingan internal Partai Golkar, Agus, sang mantan Ketua DPD DKI Jakarta Partai Golkar dinilai mampu menjaga suasana kondusif internal faksi-faksi di internal partai berlambang pohon beringin itu. Menurut Arya, jangan sampai muncul riak-riak dalam proses pemilihan pengganti Idrus.

"Terdapat dua kepentingan, di pemerintah untuk mengamankan suara Jawa Barat. Di Golkar untuk menjaga harmoni faksi-faksi. Selain itu karena Jawa Barat pemilih terbesar, Partai Golkar menempatkan Agus agar (Golkar) leluasa bergerak di Jawa Barat," papar dia.

Arya menambahkan bahwa sosok Agus juga sarat dengan kompetensi. "Terlebih sikap dia (Agus) merupakan pendukung Jokowi sejak dulu. Bahkan pernah dipecat dari Golkar karena berbeda (mendukung capres) dengan sikap organisasi," tambahnya. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #agus-gumiwang #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik 

Berita Terkait

IKLAN