Kamis, 22 November 2018 01:41 WIB
pmk

Headline

Golkar Siap Diperiksa KPK Terkait Kasus PLTU Riau-1

Redaktur: Redjo Prahananda

Tersangka Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham. Foto : Jaa Rizka Pradana / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Partai Golkar menyatakan kesiapan diperiksa oleh KPK untuk menelusuri dugaan aliran dana proyek PLTU Riau-1 kantong ke kader. Nilai proyek tersebut sangat fantastis, mencapai Rp 12,87 triliun.

Sebab, meski tidak berkaitan langsung dengan Golkar, namun berdasarkan fakta terbaru, KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka.

Idrus diduga memiliki andil sewaktu tersangka Eni Saragih memainkan proyek tersebut. Idrus menjabat sebagai Plt Ketua Umum Partai Golkar waktu itu.

"Yang pasti, Partai Golkar akan terbuka dan siap untuk diakses (KPK) berkaitan dugaan aliran dana itu, bisa diperiksa," ucap Politikus Partai Golkar, Sirajuddin Abdul Wahab kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/8/2018).

Inisiator Generasi Muda Partai Golkar itu menegaskan, tindakan Idrus tidak berkaitan dengan Partai Golkar. Menurut dia, kasus itu murni persoalan pribadi Idrus.

"Jadi saya menolak berkomentar lebih mengenai hal-hal yang tidak saya ketahui seperti detailnya (korupsi PLTU) seperti apa. Toh, persoalan Bang Idrus kan dikaitkan dengan OTT Eni Saragih," ucap Sirajuddin.

Sirajuddin mengklaim, sementara waktu, kader Golkar terbebas dari aliran dana haram proyek tersebut kecuali Idrus dan Eni. “Saya kira tidak ada (aliran dana ke kader). Ya, kita nanti lihat seperti apa," kata dia.

Sirajuddin menyatakan Golkar berkomitmen mendukung KPK dalam memberantas kejahatan korupsi. Komitmen ini tertuang dalam salah satu poin hasil Munaslub, Desember 2017 lalu. "Jadi pemberantasan korupsi jadi bagian komitmen Partai Golkar.”

Menurut KPK, Idrus mendapat janji uang senilai USD 1,5 juta oleh Johanes Budisutrisno Kotjo pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited (BNR) dalam proyek PLTU Riau-1.

Politikus Golkar lain, Eni Saragih juga diduga menerima uang Rp 4 miliar sekitar November 2017, dan Maret 2018 menerima Rp 2,25 miliar. Dalam kasus ini Idrus diduga mendorong agar proses penandatanganganan dalam proyek PLTU Riau-1. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #idrus-marham #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #idrus-tergerus-kasus-listrik #partai-golkar #sirajuddin-abdul-wahab 

Berita Terkait

IKLAN