Minggu, 18 November 2018 07:43 WIB
pmk

Nasional

Kejagung Kantongi Tersangka Korupsi Dapen Pupuk Kaltim

Redaktur: Redjo Prahananda

Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Warih Sadono. Foto: Yudha Krastawan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengantongi tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur (BUMN) dengan PT Anugerah Pratama International tahun 2011-2016. Kasus ini ditaksir merugikan negara sebesar Rp 229 miliar. 

"Mudah-mudahan satu atau dua hari ini kita  tetapkan tersangka. Sekarang dalam proses finalisasi," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Warih Sadono, Minggu (26/8/2018). 

Warih enggan menyebutkan nama-nama calon tersangka tersebut, karena belum ditandatangani surat perintah penyidikan (Sprindik) khusus. Namun ia memastikan calon tersangka lebih dari satu orang. "Mana ada korupsi dilakukan sendiri," jelas mantan Deputi Penindakan KPK itu seraya mengisyaratkan calon tersangka dari unsur pemerintah dan swasta. 

Diketahui, peningkatan status penyelidikan ke penyidikan kasus pengelolaan dana pensiun tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-14/F.2/Fd.1/02/2018 tanggal 15 Februari 2018. 

Kasus ini bermula saat PT Pupuk Kalimantan Timur (DP-PKT) dengan PT Anugerah Pratama Internasional (PT API) dan PT Strategis Management (PT SMS) melakukan perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (PT DAJK) dan PT Eurekaa Prima Jakarta (LCGP) yang dapat dikategorikan sebagai repurchase agreement (repo). Namun pembelian repo tersebut dinilai bertentangan dengan pasal 6 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 199/PMK-010/2008 tentang Investasi dana pensiun. Bahwa akibat dari transaksi repo, dana pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur mengalami kerugian yang diperkirakan sebesar Rp 229.883.141.293 akibat tak bisa dikembalikan oleh PT Anugerah Pratama Internasional dan PT Strategis Management. (ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kejagung-ri #kasus-korupsi-dapen-pupuk-kaltim #kejaksaan-agung #warih-sadono 

Berita Terkait

IKLAN