Ekonomi

Fluktuasi Rupiah Membawa Berkah

Redaktur:
Fluktuasi Rupiah Membawa Berkah - Ekonomi

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Kondisi rupiah belum menunjukkan perbaikan. Fluktuasi terus berlanjut di tengah apresiasi dolar Amerika Serikat (USD). Terbaru, mata uang Garuda tersebut  ditransaksikan di kisaran Rp 14.655 per USD.

Kalau ditilik lebih saksama, depresiasi rupiah itu sudah terjadi sejak awal tahun. Merujuk kurs tengah Bank Indonesia (BI) tiga hari terakhir, rupiah selalu melemah. Pada Selasa (21/8) misalnya, rupiah bertengger di lvele Rp 14.568 per USD, Kamis (23/8) rupiah beredar di kisaran Rp 14.620 per USD, dan Jumat (24/8) mengorbit di posisi Rp 14.655 per USD.

Koreksi rupiah itu selain musibah juga mengandung berkah. Menjadi momen positif terutama untuk perusahaan dengan pangsa pasar ekspor. Itu dirasakan PT Hasnur Jaya International (HJI) bergerak bidang batubara. Perusahaan hingga 2021 mendatang mendapat permintaan batubara dari Jepang sebanyak 21 juta ton.

Sepanjang tahun ini, perusahaan sejatinya mengekspor batubara sebanyak 1,5 juta ton. Namun, rupanya permintaan terus meningkat. Terbaru ada permintaan sebanyak 500 ribu ton. Dengan tambahan permintaan baru itu, sepanjang tahun ini, perusahaan bakal mengekspor 2 juta ton. ”Kalau dikalkulasi sejak edisi 2012-2021, berarti ada kontrak pembelian 21 juta ton,” beber Direktur Keuangan Hasnur Group Syamsul Bachri Djadi, di Jakarta, Jumat (24/8).

Permintaan batubara itu bilang Bachri datang dari Itochu Corporation. Kontrak dengan perusahaan Jepang sudah berlangsung sejak periode 2012. Terbaru, Itochu menambah pesanan batubara 500 ribu ton. "Penambahan pesanan seiring kebutuhan Itochu terus meningkat,” tukas Deputy General Manager Coal & Nuclear Fuel Departement Metal and Mineral Company Itochu Corporation Etsuo Kiyota. 

Tambahan permintaan menggunakan harga USD 45 per ton. Dengan begitu, nilai kontrak tambahan itu berkisar USD 90 juta. Hanya, perusahaan tidak bisa menyebut nilai keseluruhan karena terikat aturan kontrak dan ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). ”Yang pasti ini menguntungkan dan bisa meningkatkan devisa,” imbuh Director Bhumi Rantau Energi, anak usaha HJI Hendra Santoso. (mys/jpc)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / IHSG Ditutup Melemah Seiring Koreksi Rupiah

Ekonomi / Rupiah Ditutup Menguat Usai Pertemuan The Fed

Ekonomi / Rupiah Menguat di Tengah Pelemahan Mata Uang Regional

Ekonomi / Rupiah Rebound Setelah Lima Hari Terkoreksi 

Ekonomi / Runding Dagang AS-China Alot, Rupiah Terkulai


Baca Juga !.