Kamis, 20 September 2018 06:30 WIB
pmk

Nusantara

Pemkot Surabaya Didesak Keluarkan Izin Operasional Pengelolaan Pasar Turi

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya didesak segera mengeluarkan izin operasional pengelolaan Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur.  Desakan ini muncul dari sejumlah pedagang menyusul kisruh berlarut-larut pengelolaan Pasar Turi.

Pedagang Pasar Turi ramai-ramai meminta Walikota Surabaya, Tri Rismaharini agar segera mencari jalan keluar masalah ini. Menurut salah seorang pedagang, Ita Sulistiani, masalah Pasar Turi secara langsung memberikan dampak negatif untuk perekonomian di Surabaya.

"Bukan kami saja mengalami kerugian. ekonomi Jatim dan ekonomi Surabaya secara keseluruhan. Nggak ada hubungan sama investor. Tolong Bu Risma (Walikota Surabaya) bijak melihat persoalan ini," kata Ita kepada wartawan, Minggu (26/8/2018). 

Pasar Turi kin bisa disebut mati suri . Sebelum terjadi kebakaran, perputaran uang di pusat grosir Jatim ini mencalai Rp15-20 miliar sehari.

Ita menjelaskan, ribuan pedagang saat ini resah dengan kondisi Pasar Turi. Nasib mereka seolah digantung oleh Pemkot Surabaya. Keresahan itu semakin menjadi-jadi setelah melihat pengunjung dan pembeli pasca pembangunan gedung baru tidak seramai perkiraan.

Salah satu faktor, pasar belum berfungsi maksimal.

"Begini, kami jualan di sini (pasar turi baru) tapi Pemkot belum membongkar TPS (tempat penampungan sementara) , bagaimana di sini mau ramai," kata Ita.

Karena itu, dia meminta Pemkot menertibkan TPS di depan Pasar Turi. Sehingga pembeli bakal belanja di pasar baru ini. Polemik ini menjadi indikator kalau Pemkot Surabaya tidak memiliki komitmen membuat Pasar Turi sebagai pusat perekonomian di Surabaya.

 "Izin operasional juga belum keluar, padahal kami sudah bertahun-tahun mengisi (stan gedung)” ungkap Ita.

Sewaktu mengeluh ke pihak pengelola terkait kendala tersebut, ternyata pihak pengelola juga belum bisa berbuat banyak karena terkendala izin tersebut.

“Tolong, keluarkan izin pasar ini. Agar pengelolaan bisa maksimal," pungkasnya.

Sementara itu, pedagang lain Pasar Turi, Kho Ping alias Djaniadi meminta kepada pemerintah kota Surabaya memaksimalkan fungsi Pasar Turi. “Sampai sekarang kami belum mendapatkan sertifikat. Juga infonya izin operasional dari Pemkot Surabaya belum keluar.”

Total , stan di Pasar Turi Baru mencapai 6.400 unit. Pembangunannya sendiri sudah rampung sejak tahun 2014.

Dari jumlah itu, sebanyak 4.500 unit kios telah terjual ke pedagang antara lain: 3.600 unit ke pedagang lama dan 900 unit pedagang baru. Serah terima kios sudah sejak Desember 2014 sampai awal 2015.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pasar-turi #surabaya #izin-operasional-pengelolaan-pasar-turi 

Berita Terkait

IKLAN