Rabu, 26 September 2018 04:15 WIB
pmk

Hukum

Suap PLTU Riau-1, Setya Novanto Diperiksa sebagai Saksi

Redaktur:

Setya Novanto.

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Setya Novanto. Mantan Ketua DPR ini diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi proyek pembangunan PLTU Riau-1.

“Setnov diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes B Kotjo terkait kasus suap PLTU Riau-1,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Setyo Novanto tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.16 WIB. Ia tampak mengenakan baju kemeja putih, celana bahan hitam, serta menjinjing sebuah tas berwarna hitam

Sebelum memasuki loby Gedung KPK, dirinya sempat bicara soal kasus e-KTP. Menurutnya, kasus e-KTP belum selesai.

"(Kasus) e-KTP belum selesai. Mendagri, Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, Badan Anggaran. (Akan terseret juga?) Iya dong," ucap Setnov.

Lanjut Setnov, soal kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Novanto mengaku tak tahu karena dia sudah di dalam tahanan. Meski demikian, dia tahu kalau Idrus Marham, yang merupakan Sekjen Golkar saat dia menjabat sebagai Ketum Golkar, telah menjadi tersangka,”"Tahu (Idrus jadi tersangka). Cukup kaget juga ya. Dia orang pekerja keras," tandas Setnov.

Selain Setnov, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi lainnya.

Mereka adalah Bupati Temanggung terpilih, M Al Khadziq; karyawan swasta bernama Audrey Ratna; tenaga Ahli DPR, Tahta Maharaya; Direktur PT Nugas Trans Energi dan Direktur PT Raya Energi Indonesia, Indra Purmandani; dan Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandiri yang juga putra Setya Novanto, Rheza Herwindo.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 3 orang tersangka. Mereka ialah Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih, pengusaha Johannes B Kotjo, dan Mantan Menteri Sosial Idrus Marham. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-korupsi-pltu-riau-1 #setya-novanto #febri-diansyah #idrus-tergerus-kasus-listrik 

Berita Terkait

Cicil Uang Pengganti, Setnov Jual Harta

Nasional

Istri Setnov Sambangi KPK, Koordinasi Uang Pengganti

Nasional

IKLAN