Selasa, 25 September 2018 08:15 WIB
pmk

Hukum

Nur Alam Gugat Tenaga Ahli, KPK: Gugatan Salah Alamat

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menjadi pihak terkait dalam gugatan perdata terhadap ahli di sidang kasus korupsi Gubernur Sulawesi Tenggara nonaktif Nur Alam, Basuki Wasis. Dalam gugatannya, Nur Alam meminta Basuki membayar kerugian material dan immateril lebih dari Rp 3 triliun.

"Di samping menyiapkan atau berkoordinasi dengan tim yang memberikan bantuan hukum kepada ahli yang sedang digugat, yakni Pak Basuki Wasis, kami di KPK akan juga sebagai pihak ketiga yang berkepentingan dalam kasus ini. Oleh karena itu KPK, akan menjadi pihak yang ikut tergugat. Karena yang dipermasalahkan bukan cuma Pak Basukinya, tapi adalah soal kasus yang ditangani KPK, dan itu diperbolehkan dalam aturan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Syarif mengatakan gugatan perdata yang diajukan Nur Alam adalah hal aneh. Alasannya, kasus korupsi terhadap Nur Alam sudah terbukti dan keterangan Basuki menjadi salah satu pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara.

"Kerugian yang diminta kepada ahli, kepada Pak Basuki Wasis, itu gila juga. Ada Rp 1 miliar lebih plus kerugian imateriil sampail Rp 3 triliun. Anehnya, yang disangkakan itu sudah terbukti di pengadilan tingkat pertama dan banding. Bahkan kesaksian pak Basuki Wasis dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam pengadilan. Saya berharap pada masyarakat agar kita selalu memperhatikan semua proses yang terjadi di pengadilan, termasuk pada Badan Pengawas di MA, dan Komisi Yudisial untuk memperhatikan proses ini," pungkas Syarif

Selain itu, Syarif turut bercerita soal sulitnya mencari ahli untuk membantu KPK atau penegak hukum lainnya dalam menuntaskan kasus korupsi. Menurutnya, lebih banyak ahli membantu para terdakwa.

"Tidak semua ahli yang ada di perguruan tinggi yang besar-besar itu selalu bersedia membantu polisi, jaksa, dan KPK. Sangat sedikit. Bahkan, untuk kasus-kasu lingkungan hidup saya susah mencari 10 orang," tuturnya.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum Basuki, Muji Kartika mengatakan gugatan terhadap Basuki merupakan serangan balasan dari Nur Alam. Dia menyebut Nur Alam mengajukan gugatan karena merasa dirugikan oleh kesaksian Basuki sebagai ahli.

"Gugatan ini semata-mata diajukan sebagai serangan balasan. Jadi Pak Wasis dianggap merugikan terdakwa, bahwa dianggap sedang menjadi bagian dari kerja KPK memberantas korupsi, sehingga terdakwa melakukan serangan balik," ucap Muji. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #korupsi 

Berita Terkait

IKLAN