Selasa, 25 September 2018 04:22 WIB
pmk

Nusantara

Mafia Narkoba Bunuh Polisi

Redaktur:

BERDUKA - Prosesi pemakaman jenazah almarhum Brigadir Faisal, personel Satreskrim Polres Aceh Utara, yang meninggal ditikam kelompok bersenjata di Seuneudon, Aceh Utara, Minggu (26/8). IHSAN/RAKYAT ACEH

INDOPOS.CO.ID - Polda Aceh berduka. Seorang personel Polres Aceh Utara, Brigadir Faisal meninggal setelah ditikam komplotan mafia narkoba bersenjata. Peristiwa itu terjadi di kawasan Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (26/8).

Menurut Kepala Divisi Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munawar, awalnya Polres mendapat informasi bahwa ada nelayan memasok narkoba menggunakan boat di pantai Bantayan. Berikutnya tim dikerahkan untuk memastikan, namun saat tim ke lapangan di perjalanan dihadang.

"Mungkin terjadi perkelahian, sebab menurut keterangan pihak rumah sakit terkena tusukan senjata tajam," sebutnya. Ia menduga, komplotan narkoba itu telah mengetahui bahwa ada tim polisi yang melakukan penyelidikan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diketahui jumlah pelaku.

"Setelah melakukan penikaman pelaku melarikan diri. Untuk pengejaran pelaku, Polres sudah dikirimkan bantuan tim dari Polda," jelasnya. "Atas peristiwa ini, Polda Aceh sangat berduka dan belasungkawa. Semoga keluarga tabah menghadapi cobaan ini." Sebelumnya beredar kabar, dua personel Mapolres Aceh Utara, terlibat kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata api.

Informasi yang diterima Rakyat Aceh, awalnya dua personel polisi itu Brigadir Faisal dan Bripka Irwansyah, mendapatkan laporan ada kelompok bersenjata bersandar dengan kapal nelayan di Pantai Bantayan, Seunuddon, Aceh Utara.

Kemudian, mereka langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan laporan yang diterima tersebut. Namun, dalam perjalanan ke tempat yang dituju dan belum sampai ke Pantai Bantayan, dua personel polisi ini dihadang oleh kelompok kriminal bersenjata api.

Akibatnya, kontak tembak pun terjadi antara dua personel polisi dengan kelompok pria bersenjata api tersebut. Usai kontak senjata sekitar 5 menit, dipastikan Brigadir Faisal berhasil ditangkap oleh kelompok kriminal itu. Ketika ditemukan anggota Polres Aceh Utara ini telah meninggal dunia denga mengalami luka tusuk di bagian mata, perut dan bahu.

Diduga, dua senjata api milik Brigadir Faisal, yakni 1 senjata api jenis Revolver dan satu senjata api jenis AK-56 berhasil dibawa kabur oleh kelompok kriminal. Dilokasi kejadian, petugas juga menemukan satu senjata api jenis AK-56 bersama 19 butir peluru milik kelompok tersebut.

Kini, pelaku pembunuhan anggota Polres Aceh Utara, masih terus diburu dan melakukan penyisiran di Kecamatan Seunuddon. Sementara jasad Brigadir Faisal asal Gampong Meunasah Rambong, Beuracan, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, sudah dibawa pulang ke kampung halamannya untuk dikebumikan.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian yang dikonfirmasi Rakyat Aceh, terkait pembunuhan anggotanya, tidak bersedia memberikan informasi. “Mohon maaf  Bang, untuk permasalahan ini sudah diambil alih oleh Polda Aceh. Jadi sebaiknya abang konfirmasi ke Humas Polda,” sebutnya.

Sementara itu, beberapa warga Seunuddon, mengatakan, mereka sempat mendengarkan ada suara kontak tembak pada Ahad dini hari. (arm/eno/mai/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #narkoba #pembunuhan 

Berita Terkait

Ozzy Albar Terciduk Kantongi Ganja

Indotainment

Kota Tangerang Ranking Satu Narkoba

Banten Raya

Waspadai Peredaran Ekstasi Persegi Panjang asal Belgia

Nasional

Fachri Albar Bebas Keluar Masuk RSKO

Indotainment

Dhawiya Zaida Divonis 1,5 tahun Rehab

Indotainment

IKLAN