Rabu, 14 November 2018 03:38 WIB
pmk

Nusantara

Pesona Keraton Kasepuhan Cirebon Jadi Daya Tarik Khusus Wisatawan Asing

Redaktur: Redjo Prahananda

Wisatawan memotret Kereta Kencana legendaris Paksinagaliman yang diwariskan secara turun temurun saat pergantian sultan. (wildan ibnu walid/jpc)

INDOPOS.CO.ID - Sebagai salah satu kota tertua di Nusantara, Cirebon sudah dikenal luas masyarakat penjuru dunia sejak berabad-abad lalu. Keberadaan tempat-tempat bersejarah menjadi daya tarik para wisatawan asing untuk mengunjungi kota kecil yang terletak di pantai utara pulau Jawa itu.

Destinasi wisata di Cirebon yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing adalah Keraton Kasepuhan. Bukan tanpa alasan, keraton yang dibangun Pangeran Mas Mochammad Arifin II pada 1529 ini menyimpan banyak cerita sejarah.

Di keraton ini, tiap orang bisa melihat langsung beragam benda peninggalan dan benda-benda pusaka peninggalan masa silam. Menariknya, di keraton ini terdapat sebuah Kereta Kencana milik Sultan Kasepuhan berupa Paksinagaliman yang diwariskan secara turun-menurun saat pergantian sultan.

Bagi anda peminat benda-benda masa lampau, berwisata ke Keraton Kasepuhan sangat cocok untuk menghabiskan waktu luang di akhir pekan.

Wakil Bagian Pemandu wisata Keraton Kasepuhan Kiman Sugiman mengatakan, dalam kurun waktu empat tahun, sejak 2016 hingga 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Keraton Kasepuhan cukup banyak.

Setiap bulannya, ia mencatat, 300 hingga 500 wisatawan asing berkunjung ke keraton yang berlokasi di Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon. Peningkatan wisatawan asing tersebut beriringan dengan kemajuan infrastruktur transportasi yang ada di wilayah Cirebon.

"Sejak ada Tol Cipali, wisatawan asing makin banyak berkunjung di Keraton Kasepuhan. Karena dari Jakarta-Cirebon hanya ditempuh selama 4 jam," ujarnya di Cirebon Jawa Barat, Minggu (26/8/2018).

Rata-rata maksud tujuan wisatawan asing berkunjung ke Keraton Kasepuhan itu untuk mempelajari sejarah budaya Cirebon, atau studi benda-benda peninggalan cagar budaya. Di samping itu, para wisatawan asing tak sedikit melakukan penelitian tentang penyebaran Islam di Jawa Barat melalui Keraton.

Biasanya, pengunjung mancanegara ramai memadati tempat-tempat wisata sejarah di Cirebon pada akhir tahun dan ketika ada event besar seni dan budaya di Cirebon.

Kiman menyebutkan, wisman asing yang sering mengunjungi keraton kebanyakan berasal dari negara Perancis, Belanda, Australia, Jerman dan China.

Menurutnya, banyaknya pengunjung wisatawan asing di Cirebon dipengaruhi faktor kondusifitas negara. Apabila, negara dirasa aman dari bencana dan kerusuhan, kunjungan wisman di Cirebon pun semakin tinggi.

"Untuk wisatawan domestik selalu ramai. Setiap bulan, mencapai 12 ribu sampai 15 ribu pengunjung. Mereka datang untuk memahami sejarah Cirebon, sekaligus berziarah ke tempat-tempat peninggalan Sunan Gunung Jati," katanya.

Ia juga mengatakan, perhelatan Asian Games 2018 tidak berpengaruh terhadap peningkatan wisata di Cirebon. Karena atlet mancanegara ajang Kano Slalom yang bertanding di venue Bendung Rentang Majelengka tidak menyempatkan diri berwisata di Keraton Kasepuhan atau tempat wisata lain di Cirebon.

"Informasinya, atlet mancanegara itu selesai bertanding langsung pulang. Jadi mereka gak sempat jalan-jalan," pungkasnya. (wiw/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #keraton-kasepuhan-cirebon #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN