Selasa, 25 September 2018 08:24 WIB
pmk

Nusantara

TKI Aceh Kabur dari Malaysia

Redaktur:

TERTIPU - Ibnu Hajar, Rahmat, Amri, Rijal, Maulana, Ikbar Rahmat yahya, Mustapa Ramidin, Jimidin (seluruhnya warga Langsa). Sementara warga Meulaboh, Mutaruzi.Foto: jpg

INDOPOS.CO.ID  - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berasal dari Langsa dan Meulaboh, terpaksa kabur dari Malaysia. Tiga hari mereka jalan kaki lewat hutan. Mustafa, seorang TKI menyebutkan mereka kabur dari Malaysia akibat tertipu agen tenaga kerja.

"Orang itu namanya Hengki tinggal di Langsa. Nama lengkapnya kami tak tahu, dialah orang yang memberangkatkan kami," sebutnya, Minggu (26/8).Ia menjelaskan, sebelumnya Hengki menjanjikan mereka berkerja di perusahaan Malaysia. "Kami percaya dengannya dan berangkat, namun setelah tiba, kami berkerja di kebun sawit. Makanya kami lari," sebut  Mustafa.

Mereka berangkat ke negeri jiran 11 orang pertengahan bulan lalu.Sebulan di Malaysia, akhirnya mereka nekat memutuskan kabur. Saat ini mereka terkantung-kantung di Desa Entikong, Kabupaten Sangau, Kalimatan Barat.

"Di sini kami Alhamdulillah sehat semua, kami di sebuah rumah, ada orang tampung kami, namun kami kehabisan uang, kami berharap ada yang mau pulangkan kami dan berikan solusi," ujarnya.Ia mengatakan selama kabur melewati hutan mereka menahan lapar, minum apapun yang ada dalam hutan.

"Cukuplah perderitaan kami yang kami hadapi, kami minta agen yang berangkatkan kami bertangung jawab dan pulangkan kami kembali ke Aceh, saat ini pasport kami masih ditahan oleh pihak perusahaan sana," ujarnya.

Kepala Seksi Bencana Sosial Dinsos Aceh, Rohaya Hanum menyebutkan pihaknya sedang menangani kasus tersebut. Pemulangan TKI itu, tanggungjawab Dinas Sosial Kalimantan."Tidak bisa kita jemput," sebutnya. (ibi/mai/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tki 

Berita Terkait

Mbok Cikrak, TKI Sukses di Taiwan

Wanita

TKI Dihukum Pancung, Pemerintah Kebobolan

Nasional

MCU Siapkan Tenaga Kerja Tertolak di Luar Negeri

Nasional

BPJS Luncurkan Aplikasi BPJSTKU untuk TKI

Ekonomi

Tunggu Putusan Moratorium PMI ke Malaysia

Nasional

IKLAN