Senin, 15 Oktober 2018 10:26 WIB
pmk

kampus kreatif

Lagi, ITS Sabet Gelar Efisiensi Energi

Redaktur:

CERDAS-Tim dari ITS yang menang di kategori inovasi efisiensi energi. Foto ist

INDOPOS.CO.ID - Dunia membutuhkan lebih banyak energi bagi penduduk yang jumlahnya terus bertambah dengan standar hidup yang meningkat. Para pakar sepakat bahwa permintaan energi global cenderung meningkat mencapai dua kali lipat pada 2050 dibandingkan permintaan pada 2000.

Di sisi lain ketersediaan energi berbahan dasar fosil terus mengalami penyusutan. Oleh karena itu diperlukan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi yang dapat menghadirkan energi lebih banyak dan menemukan berbagai cara untuk menggunakan energi secara efisien.

Mahasiswa Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya melalui Shell menjawab tantangan tersebut. Dari kategori energi, Tim REPGY (Recycled Panel Eco Energy) dari ITS berhasil menjadi juara pertama dengan ide inovasi “Panel Ondrivoltaic Berbahan Plastik Daur Ulang Terinstalasi denganSel Ondri”.

Tim yang beranggotakan empat orang, yaitu Bagas Pramana sebagai ketua penelitian, Reza Aulia, Rafif Nova dan M. Afif itu berhasil menciptakan panel ondrivoltaik yang terinstalasi dengan sel ondri sebagai pemanen panas matahari menjadi listrik untuk pemenuhan kebutuhan listrik konvensional yang murah dan mandiri di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). “Kami, REPGY dinilai memiliki tingkat efisiensi yang mampu bersaing, lebih stabil, dan lebih murah jika dibandingkan dengan sel surya berbasis silikon,” kata Bagas di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sementara untuk kategori Tribologi, juara pertama dimenangkan oleh Tim Infinite dengan membawakan inovasi “Permodelan Simulasi Friction dan Efisiensi pada Excavator dengan Computational Intelligence Controller”.

Tim yang diketuai oleh Daniel Martomanggolo, dosen di program studi Teknik Informatika, berhasil mengurangi hilangnya energi dan biaya yang ditimbulkan oleh gesekan pada excavator pada sistem hydraulic maupun joint.

“Dengan berkurangnya gesekan, maka penggunaan bahan bakar pada komponen hydraulic dan keausan joint dapat berkurang, sehingga meningkatkan efisiensi pada excavator secara keseluruhan,” terang Daniel.

Kedua pemenang berhasil meyakinkan para juri yang berasal dari pakar energi dan tribologi. Panelis di kategori Energi adalah Syarif Riyadi, PhD praktisi industri dan co-founder Energy Academy Indonesia, Dr. Deendarlianto dari Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kompetisi “Think Efficiency 2018” yang diselenggarakan bekerjasama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) terbagi ke dalam dua bidang utama, Energi dan Tribologi (ilmu mengenai gesekan antara dua permukaan yang bergerak, meliputi studi lebih dalam tentang gesekan, keausan, serta material pelumas dan pelumasa ).

Praktisi industri dan co-founder Energy Academy Indonesia Dr. Syarif Riyadi yang mewakili juri mengatakan ide-ide inovasi dari anak bangsa yang hadir dalam kompetisi ini luar biasa kreatif dan inovatif. “Karya-karyanya menggambarkan potensi anak bangsa dalam melahirkan inovasi, mulai dari ide-ide dasar sains hingga produk aplikatif yang dapat dijual ke pasar dan berguna bagi masyarakat, yang kemudian mengarah menuju kemandirian teknologi nasional,” katanya.

Selanjutnya bagaimana kita mengarahkan dan mendukung potensi para innovator ini. “Kami berharap kompetisi seputar inovasi energi dan tribology ini dapat terus digelar untuk memotivasi anak bangsa dalam mengembangkan produk inovatif dan mengambil peran dalam kemajuan dan kemandirian teknologi nasional,” tuturnya. (cr-4)


TOPIK BERITA TERKAIT: #penghargaan #institut-teknologi-10-november 

Berita Terkait

Taylor Swift Artist Peraih AMAs Terbanyak

Indotainment

RSPA 2018 Aplikasi Like Lantas Tangerang Juara Dua

Banten Raya

INDOPOS Raih Penghargaan Kwarnas Pramuka

Jakarta Raya

Gala Dinner Property Guru Indonesia Award Tahun Keempat

Indobisnis

IKLAN