Kamis, 20 September 2018 07:53 WIB
pmk

Kesehatan

Kebanyakan Makan Daging Kambing Picu Kolesterol, Ujung-ujungnya Stroke

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Perayaan Idul Adha identik dengan makan daging kambing. Daging kambing disate atau dibuat gulai.

Hati-hati. Usai makan daging kambing berlebihan, ada baiknya cek kadar kolesterol.

Maklum, tidak seperti daging lainnya, daging kambing tinggi kolesterol. Bagi Anda yang sudah kolesterol tinggi, sebaiknya hindari daging yang satu ini. Pakar kesehatan dan staf pengajar Divisi Gastroenterology Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan, daging kambing maupun daging sapi merupakan sumber protein hewani yang cukup baik.

Protein dari daging tersebut dibutuhkan untuk pembentukan hormon, enzim, protein darah, dan juga untuk mengganti dan memperbaiki sel yang rusak.

Tapi, kebanyakan orang lebih suka jeroan, ketimbang dagingnya. Nah, jeroan kambing seperti, hati, otak, usus, paru, dan limpa mengandung purin.

Purin inilah yang dapat meningkatkan kadar asam urat. "Ini yang akan menjadi masalah,'' ujarnya.

Ketua Pergizi Pangan Prof Dr Hardinsyah, MS menyarankan, untuk menghindari daging dengan banyak lemak. Agar tetap sehat, pilih daging bebas lemak untuk diolah menjadi sate. Misalnya bagian paha.

Lemak yang tekandung pada daging tanpa disadari bisa memicu kolesterol. ''Yang tak kalah penting adalah imbangi makan sate dengan makanan kaya serat serta perbanyak minum air putih. Seperti buah dan sayuran yang mampu menjaga kesehatan pencernaan. Bikin sate itu biasanya daging diseling lemak. Nah, ada baiknya, pakai daging saja," sarannya.

Ari menambahkan, daging yang berasal dari kambing dan sapi memang banyak mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol darah. Selain itu, biasanya daging tersebut dibuat gulai dengan menggunakan santan dengan kadar garam yang tinggi.

Hal ini yang akan menjadi masalah buat sebagian orang. Tidak hanya itu, karena memang pada  hari raya Idul Adha untuk sebagian masyarakat bisa saja mendapatkan daging yang berlebih.

Sehingga dimakan dalam jangka waktu panjang. Itu yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

''Dampak langsung bisa saja terjadi sembelit setelah makan daging yang berlebihan. Jika mengonsumsi daging berlebihan menjelang tidur, maka akan merangsang terjadinya reflux isi lambung. Sehingga dapat mengganggu tidur,'' paparnya.

Jeroan dari kambing atau sapi, lanjut dia, sangat terlarang bagi penderita hipertensi, kadar kolesterol darahnya tinggi (dislipidemia), dan pasien dengan kadar asam urat darahnya tinggi (hiperuresemia). Penderita kencing manis dan kegemukan, harus ekstra hati-hati dalam mengonsumsi daging kambing atau sapi selama masa hari raya kurban.

Risiko kolesterol tinggi dapat terjadi bila terlalu banyak makan daging kambing, bahkan bisa mencapai 39 mg/100 gram. Dalam beberapa kasus kolesterol tinggi dapat menyerang seseorang yang memiliki kolesterol normal, sehingga berisiko terkena kardiovaskular.

Lemak berlebihan yang berasal dari daging kambing dapat tertimbun di lambung yang menyebabkan terjadinya pengosongan. Dalam kasus ini biasanya penderita akan merasa panas di dada atau heartburn.

Reaksi langsung yang sering dialami banyak orang setelah mengonsumsi daging kambing biasanya pusing, pahit di mulut, dan nyeri ulu hati. Ini terjadi karena terjadi aliran balik dari lambung ke kerongkongan. Dalam kasus tertentu, beberapa orang mengalami sesak napas.

Ini dikarenakan kandungan lemak hewaninya yang tinggi. Sehingga terjadi penimbunan lemak, bahkan bisa sampai ke pembuluh darah.

Jadi aliran darah yang seharusnya mengalir ke otak, terhalang oleh pembuluh darah yang terdapat timbunan lemak. Tingginya kadar lemak yang masuk ke dalam tubuh yang berasal dari daging kambing dapat meningkatkan risiko obesitas. Jika timbunan lemak di tubuh semakin banyak, maka muncul risiko penyakit lain, seperti penyempitan pembuluh darah hingga kardiovaskular. (dew)

Tips Terhindar Kelebihan Kolesterol

Sebaiknya apa yang harus dilakukan setelah banyak mengkonsumsi daging? 

- Anjuran banyak minum air putih berlaku kapan saja, bukan hanya setelah banyak makan daging. Namun, ada baiknya perbanyak lagi minum air putih setelah makan daging untuk membantu mentralisir lemak jahat agar tidak mengendap di tubuh.

- Mengonsumsi sayur-sayuran seperti mentimun, wortel, daun kemangi atau tomat bermanfaat untuk mengimbangi jumlah kolari yang banyak masuk ke tubuh akibat makan daging.

- Sayuran seperti mentimun misalnya, mengandung sulfida methylallyl serta asam-amino sulfur yang dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Tingginya jumlah kalori di tubuh harus diibangi dengan serat yang dibutuhkan.

- Memakan buah dalam bentuk satuan atau jus penting untuk mencukupi berbagai kebutuhan vitamin dalam tubuh. Buah kiwi, pisang dan buah bit baik dikonsumsi usai makan daging.

- Jangan lupa melakukan olahraga ringan. Ini penting untuk mencegah masalah penyakit yang timbul akibat banyak mengonsumsi santan dan sate dari olahan daging.

- Berjalan kaki atau senam ringan pada pagi hari dapat melancarkan sistem percenaan di tubuh. Imbangi juga dengan menjalani pola makan sehat. Selain itu, jangan lupa ngecek kadar kolesterol agar kesehatan tetap terjaga.


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

Mengetahui Manfaat Daun Kelor

Kesehatan

IKLAN