Sabtu, 17 November 2018 02:10 WIB
pmk

Asian Games 2018

Di Balik Prestasi Sensasional Pesilat Asian Games Indonesia

Redaktur:

INDONESIA HEBAT - Ekspresi pesilat Indonesia Abdul Malik usai menang atas pesilat Malaysia Muhammad Faizul Nasir M Nasir dalam babak final Kelas B Putra 50kg-55kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (27/8). Foto: jawapos

INDOPOS.CO.ID – Sensasional. Silat benar-benar membuktikan tekadnya menjadi tambang emas untuk tuan rumah Indonesia. Di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Senin (27/8/2018),  Indonesia menyapu bersih delapan medali emas yang diperebutkan. Apa kunci sukses di balik keberhasilan itu? Semangat juang dan kecepatan.

Penegasan itu dikemukakan Sekjen Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia(PB IPSI) Erizal Chaniago, usai pengalungan medali emas kepada para pesilat Indonesia, kemarin. Pria yang akrab disapa Ical itu mengemukakan, kunci kemenangan para pesilat Indonesia selain semangat juang yang tinggi adalah kecepatan atau speed. "Selama persiapan, kami memang lebih memfokuskan kepada peningkatan kecepatan atau speed mereka selain kualitas teknik," kata Ical, Caleg DPRI-RI dari Partai Gerindra Dapil Sumatera Barat II.

Di luar dua faktor itu tentu saja fisik dan mental pesilat nasional yang terus diasah secara konsisten. Untuk merealisasikan target itu, tim bahkan mengikutsertakan psikolog. Kehadiran psikolog ini penting untuk mengasah mental pesilat.

"Memang target khusus dari Ketua Umum Pak Prabowo adalah 8 emas. Ingat, kami masih memiliki peluang lagi di partai final 6 emas lagi Rabu (29/8) hari ini," ungkapnya.

Ical dan timnya memang sengaja tidak menggembar-gemborkan persiapan para pesilat menghadapi event empat tahunan ini. Mereka diwajibkan fokus pada persiapan dengan berbagai latihan di dalam maupun luar negeri. Fisik, misalnya, ditempat secara khusus di Tiongkok.

PB IPSI, sebenarnya, hanya menargetkan 7 emas di final, Senin(27/8) kemarin. Namun, di luar dugaan, pesilat Aji Bangkit. Ia juga ikut menyumbangkan emas. "Pesan Pak Prabowo kepada para pesilat tampaknya sangat membekas. Para pesilat harus menjadi 'Singa di Padang Pasir' dengan cara yang sportif dan elegan.  Kami benar-benar menerapkan fair play.  Tatkala para pesilat Indonesia bertanding, semua wasitnya dari luar negeri," tandasnya.

Ical bersyukur karena tak satu pun pesilatnya  yang mengalami cedera serius." 100 persen mereka siap bertanding," ungkapnya.

Emas terakhir kemarin didapatkan dari pesilat tunggal putra di kelas 50-55 kg, Abdul Malik. Ia menjadi penutup pesta emas Indonesia di cabang pencak silat.  Abdul Malik merebut emas kedelapan. Ia menang telak atas pesilat Malaysia, Muhammad Faizul M Nasir, 5-0.

 Tujuh emas lainnya didapatkan dari pesilat tunggal putri Indonesia Sarah Tria Monita (55-60 kg), Iqbal Candra Pratama (60-65 kg), Komang Harik Adi Putra (65-70 kg), Aji Bangkit Pamungkas (85-90 kg).

Lalu, emas dari tim silat beregu putra Indonesia di kelas 50-60 kg artistik terdiri dari Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani,  Anggi Faisal Mubarok, Puspa Arumsari (50-60 kg),  dan Yola Primadona Jampil/Hendy.

Terhadap prestasi anak asuhannya, Manajer Atlet Pencak Silat Indonesia, Edhy Prabowo berterimakasih atas perjuangan keras pesilat. Apresiasi tinggi juga diberikan kepada jajaran pelatih."Terima kasih juga kepada suporter Indonesia yang dengan penuh semangat dan heroik mendukung perjuangan kami," kata Edhy  Prabowo yang turut membelikan tiket untuk penonton anak asuhannya berlaga. (bam)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-2018 

Berita Terkait

IKLAN