Sabtu, 17 November 2018 05:46 WIB
pmk

Kesehatan

Risiko Kanker Meningkat karena Wadah Plastik

Redaktur:

RAMAH LINGKUNGAN-Edukasi tentang pentingnya memilih kemasan plastik yang aman di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8) lalu. Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Seringkali kita menggunakan wadah plastik sebagai tempat untuk menyimpan makanan dan minuman anak-anak. Mulai dari botol minum, kotak makan, gelas plastik, dan susu botol sangat akrab dengan anak.

Namun ternyata, penggunaan plastik untuk wadah makanan memiliki bahaya tersendiri. Terutama bagi kesehatan tubuh. 

Dilansir dari Boldsky, penggunaan wadah plastik yang salah bisa menyebabkan beberapa masalah.  Salah satunya dapat menambah berat badan.

Hal itu karena plastik mengandung Bisphenol A (BPA). Senyawa yang bertindak seperti estrogen dalam tubuh manusia dan berikatan dengan reseptor estrogen dalam tubuh.

Senyawa ini mengganggu kerja tubuh dan dapat meningkatkan berat badan, serta resistensi insulin.  Beberapa penelitian telah mengaitkan paparan BPA dengan obesitas dan penambahan berat badan.

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Lipid Research telah menunjukkan bahwa paparan BPA meningkatkan jumlah sel-sel lemak dalam tubuh. Memanaskan makanan menggunakan microwave dalam wadah plastik tidak dianjurkan karena plastik memiliki kecenderungan untuk melepaskan senyawa kimia berbahaya setelah dipanaskan.

Ketika senyawa berbahaya dalam plastik bersentuhan dengan hormon estrogen di dalam tubuh, dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit. Seperti, penyakit jantung, diabetes, gangguan saraf, kanker, disfungsi tiroid, dan banyak lagi.

Phthalate adalah bahan kimia berbahaya lain yang digunakan untuk membuat plastik menjadi lunak dan fleksibel. Bahan kimia tersebut sering ditemukan dalam wadah makanan, produk kecantikan, mainan, dan cat.

Zat kimia beracun ini memiliki efek negatif pada kekebalan dan pengaturan hormon, yang keduanya secara langsung memengaruhi kesuburan. Selain itu, BPA juga dapat menyebabkan keguguran dan membuat wanita sulit hamil.

Penelitian juga menunjukkan racun yang ditemukan dalam plastik dapat menyebabkan cacat lahir dan masalah perkembangan pada anak-anak. Psikolog anak Efriyani Djuwita menambahkan, saat wadah makanan dan minuman yang terbuat dari plastik mengandung zat kimia bisa mempengaruhi perkembangan sistem motorik anak untuk jangka panjang. ''Beberapa gejala yang dapat terjadi yakni gangguan konsentrasi pada anak, kemampuan belajar jadi menurun, pertumbuhan fisik yang lebih lambat, dan yang paling berbahaya adalah penyakit kanker,'' ujar Efriyani di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8) lalu.

Efriyani menambahkan, kreatifitas anak juga sangat tergantung pada kesehatan anak. Itu sebabnya orangtua, kata dia, harus selektif dalam memberikan yang terbaik untuk anak.

Tak hanya itu, orangtua juga harus memberikan stimulasi terbaik sesuai tahapan anak. ''Para orangtua juga harus memperhatikan kualitas dari wadah makan anak. Semakin menarik maka anak pun semakin tertarik untuk melahap bekalnya,'' paparnya.

Menurut Andriani Melissa, Marketing Manager PT Thermos Indonesia, wadah makan yang terbuat dari stainless steel sangat aman karena tidak mengandung zat kimia berbahaya seperti BPA. Stainless steel juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam.

''Produk stainless steel juga didesain dengan baik tidak memberikan tempat untuk jamur dan bakteri bersarang. Kelebihan dari botol berbahan stainless juga dapat menjaga suhu air panas dan dingin lebih lama,'' katanya.
Untuk mengedukasi para ibu mengenai bahaya wadah plastik, Thermos kata Melissa menyelenggarakan program "Thermos Back To School". Selain menghelat takshow, Thermos juga mengadakan berbagai perlombaan salah satunya lomba menggambar untuk anak-anak.

''Melalui momen ini kami juga ingin mengajak para orangtua untuk mulai menggunakan wadah vakum container makanan dan minuman yang terbuat dari bahan stainless steel, dibandingkan menggunakan bahan plastik. Karena lebih aman bagi kesehatan,'' tutupnya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Jangan Biarkan Kanker Meredupkan Mimpi

Jakarta Raya

Hampir Capai Seratus Persen

Jakarta Raya

Anak Sering Mual dan Muntah, Waspadai Ginjal

Jakarta Raya

Radang Sebabkan Gigi Cepat Ompong

Jakarta Raya

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

Dehidrasi Sebabkan Batu Ginjal

Jakarta Raya

IKLAN