Selasa, 13 November 2018 10:05 WIB
pmk

Nasional

Jamaah Masih Coba Sembunyikan Air Zamzam

Redaktur:

PEMANDANGAN TAHUNAN – Petugas di bandara setiap musim haji selalu dihadapkan pada urusan air zamzam yang dibawa oleh jamaah. Foto: dok kemenag

INDOPOS.CO.ID – Prosesi ibadah haji akhirnya tuntas. Jamaah gelombang pertama pun pulang ke Tanah Air mulai, Senin (27/8/2018). Sedangkan mereka yang masuk gelombang kedua bersiap menuju Madinah untuk melanjutkan ibadah sunah.

Pemulangan perdana diikuti oleh rombongan kloter 1 dari Debarkasi Palembang (PLM-1) dan Surabaya (SUB-1). Masing-masing diberangkatkan dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah, sekitar pukul 08.15 dan 09.45 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepulangan dua rombongan tersebut diikuti kloter-kloter lain yang tiba di bandara Jeddah beberapa jam kemudian. Secara keseluruhan, ada 15 kloter atau sekitar 6 ribu jamaah haji yang kemarin dipulangkan.

Proses pemulangan sempat diwarnai insiden pembongkaran koper oleh petugas bandara. Sebab, tidak sedikit jamaah yang membawa oleh-oleh di luar ketentuan. Sesuai aturan penerbangan haji, barang bawaan yang boleh dibawa maksimal seberat 32 kg. Kenyataanya, masih ada yang membawa barang dengan berat mencapai 50 kg.

 Selain itu, banyak jamaah haji yang mencoba menyelundupkan air zamzam dalam koper bagasi. Modusnya, air zamzam dimasukkan dalam botol air mineral ukuran 330 dan 660 mililiter.

Lalu, botol tersebut dibalut lakban warna cokelat. Botol-botol tersebut lantas dibalut lagi dengan kain ihram atau sarung. Tapi, upaya tersebut sia-sia.

"Petugas bandara punya alat pemindai yang bisa dengan mudah mendeteksi cairan. Jadi sekalipun dilakban pasti ketahuan," ujar Pelaksana Transportasi Sektor 11 Daerah Kerja Makkah Yuhendra.

Saat tiba di Bandara Jeddah, jamaah diistirahatkan di plaza bandara untuk menyiapkan dokumen keimigrasian. Rombongan kemudian dibariskan masuk ke dalam gate sejak pukul 05.30.

Saat itu, barang bawaan jamaah diperiksa kembali. Ternyata masih banyak yang membawa barang tambahan selain koper jinjing. Barang-barang dalam tas kresek tambahan tersebut terpaksa dibongkar oleh petugas Saudi Arabia Airlines.

Barang penting diminta dimasukkan dalam tas jinjing. Sedangkan barang lain yang tak penting harus ditinggal.

Pada bagian lain, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta semua jamaah mematuhi aturan kepulangan. ’’Jangan membawa air zamzam. Pasti akan disita oleh petugas bandara,’’ tegasnya.

Dia menjelaskan, pemerintah telah menyediakan air zamzam untuk semua jamaah haji. Air zamzam itu akan dibagikan setelah tiba di Tanah Air.

’’Masing-masing akan menerima air zamzam sebanyak lima liter,’’ terangnya.

Pemeriksaan barang bawaan jamaah haji dilakukan sejak di hotel. Saat itu, koper jamaah ditimbang. Yang beratnya lebih dari 35 kg harus dikurangi. Yang ketahuan membawa air zamzam diminta untuk ditinggal. Beberapa jamaah memang tampak mengeluarkan air zamzam dari koper.

Namun, sebagian jamaah haji main kucing-kucingan dengan petugas. Saat petugas lengah, mereka memasukkan lagi air zamzamnya ke dalam koper. Ulah mereka baru ketahuan di bandara setelah pemeriksaan menggunakan alat deteksi khusus.

Seremonial pelepasan dilakukan di Hotel Waf Al-Ihsan, Misfalah, Makkah. Acara tersebut dihadiri 450 jamaah haji dari Palembang. Di barisan pejabat tampak Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali, dan Inspektur Jenderal Kemenag Nur Kholis Setiawan.

Ada pula Kepala Daerah Kerja Makkah Endang Jumali serta sejumlah petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Dubes Agus Maftuh menjelaskan, jamaah haji Indonesia sangat dimanjakan oleh Kerajaan Arab Saudi. ’’Menurut Gubernur Makkah, jamaah kita paling rapi dan disiplin,” katanya.

Nizar Ali menambahkan, pihaknya yakin indeks kepuasan haji tahun ini meningkat. Sebab, kemenag memiliki 10 inovasi layanan baru. Yakni, percepatan keimigrasian, pemasangan quick response (QR) code di gelang haji, penyewaan full musim sebagian hotel di Madinah, bumbu masakan dan juru masak dari Indonesia pada katering haji.

Selain itu, penambahan katering Makkah, tanda paspor dan koper untuk memudahkan identifikasi dan pengelompokan, pengalihan porsi ahli waris, pencetakan visa, pembentukan konsultan ibadah, dan berdirinya tim Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (P3JH).

’’Insya Allah, melihat perkembangan yang ada, sepuluh inovasi itu berimbas pada kenaikan indeks kepuasan jamaah,” katanya.

Kemenag memang mematok kenaikan target indeks kepuasan jemaah. Untuk tahun ini ditargetkan mencapai minimal 85 persen atau naik dari tahun lalu yang 84,85 persen. Nizar juga optimistis karena fase kritis selama masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) berhasil dilewati tanpa kendala berarti. ’’Maka bisa disimpulkan jika haji tahun ini sukses,” katanya. (oni/ttg/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #haji #calon-jamaah-haji #haji-2018 

Berita Terkait

Arab Saudi Larang 3 Juta Warga Palestina Berhaji

Internasional

Khoirizi Ingatkan Soal Perda Haji

Nasional

Masih Ditemukan Sejumlah Persoalan

News in Depth

Tambahan Kuota Terbentur Kapasitas

News in Depth

Terus Benahi Penyelenggaraan Haji

News in Depth

IKLAN