Minggu, 18 November 2018 07:45 WIB
pmk

Indotainment

Crazy Rich Asians Raup Rp 1,1 T di Amerika Utara

Redaktur:

MENGGODA - Dua pemain film Crazy Rich Asians menunjukkan aksinya di depan kamera. Foto. Net

INDOPOS.CO.ID – Moviegoers, tampaknya, masih sulit move on dari kegilaan Crazy Rich Asians. Pada pekan kedua, film arahan Jon M. Chu itu masih kencang meraup pendapatan fantastis. Yakni, mencapai USD 25 juta (Rp 365,7 miliar) dari 3.526 bioskop di Amerika Utara. Dengan begitu, Crazy Rich Asians masih mempertahankan posisi puncak di box office domestik selama dua minggu.

Film tersebut hanya mengalami penurunan 5,7 persen dari angka USD 26,5 juta (Rp 387,7 miliar) yang didapat pada pekan pembuka. Sebuah capaian yang cukup langka bagi film yang dirilis di luar pekan liburan. Dua film terakhir yang meraih capaian serupa adalah The Sixth Sense (1999) yang turun 3,4 persen dari pekan pertama ke pekan kedua dan The Fugitive (1993) dengan penurunan 5,6 persen.

Pada pekan pertama lalu, film adaptasi novel Kevin Kwan itu mencetak sejarah sebagai film komedi-romantis pertama dengan pendapatan tertinggi sejak Trainwreck (2015). ’’Ini signifikan karena film itu menghasilkan banyak pendapatan pada Sabtu ini, sebanyak ia meraup pada Sabtu sebelumnya,’’ kata Jeff Goldstein, presiden distribusi domestik Warner Bros., sebagaimana dilansir dari Hollywood Reporter.

Goldstein mencatat, demografi penonton film tersebut pada pekan kedua makin melebar, bukan lagi dari kalangan Asia-Amerika. Misalnya, jumlah penonton dari ras Kaukasia yang meningkat dari 41 persen menjadi 48 persen. Kemudian, ada penonton Hispanik yang jumlahnya naik dari 11 persen menjadi 13 persen. Jumlah penonton Afrika-Amerika juga naik menjadi 9 persen dari 6 persen.

Pendapatan total domestik yang diraih pada 12 hari penayangan ini adalah USD 76,8 juta (Rp 1,1 triliun). Angka yang sangat fantastis karena film itu hanya butuh USD 30 juta (Rp 438,9 miliar) untuk bujet produksi. Crazy Rich Asians juga dinobatkan sebagai film komedi berpendapatan domestik tertinggi tahun ini, mengalahkan Game Night (USD 69 juta atau Rp 1 triliun).

’’Penurunan kecil pada pekan kedua itu memperlihatkan bahwa animo penonton masih besar,’’ ujar Paul Dergarabedian, senior media analyst comScore, sebagaimana dilansir dari USA Today. Crazy Rich Asians merupakan film pertama yang seluruh cast-nya berdarah Asia-Amerika sejak The Joy Luck Club (1993).

Film tersebut mengisahkan Rachel Chu (Constance Wu) yang diundang kekasihnya, Nick Young (Henry Golding), untuk pergi ke Singapura bertemu dengan keluarga besarnya. Tidak disangka, keluarga Nick merupakan salah satu keluarga terkaya di Singapura. ’’Bukan hanya orang Asia yang datang. Orang-orang dari semua lapisan masyarakat menikmati pengalaman sinematik ini. Ini adalah perubahan nyata di Hollywood,’’ tutur Golding sebagaimana dilansir dari USA Today.

Crazy Rich Asians mulai tayang di Asia pekan ini. Bahkan, film itu sudah memuncaki box office Singapura. Pendapatan global yang telah diraih Crazy Rich Asians mencapai USD 83,9 juta (Rp 1,2 triliun). ’’Ini merupakan produk dari film yang sangat bergaung dengan semua pemirsa. Film ini telah menjadi fenomena budaya,’’ jelas Dergarabedian. Menyusul kesuksesan film tersebut, Warner Bros. berencana melangkah untuk sekuelnya. (adn/c14/jan/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #net 

Berita Terkait

IKLAN