Rabu, 19 September 2018 11:56 WIB
pmk

Hobi

Ini 5 Tips Mendaki Gunung Es Dari Wanita Penakluk 7 Puncak Dunia

Redaktur:

Mahasiswi Unpar Fransiska Dimitri Inkiriwang, yang sudah taklukan 7 puncak dunia. (dery ridwansah/jpc)

INDOPOS.CO.Id - Mendaki 7 puncak tertinggi dunia yang dilakukan dua mahasiswi Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, yakni Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari melalui cukup banyak perjuangan. Sejumlah tantangan pun dialami kedua wanita ini, terutama terkait cuaca. Hilda dan Dede hampir pasti menemui es pada sepanjang petualangannya.

Sebagai masyarakat yang tinggal di iklim tropis, tentunya tantangan tersendiri untuk orang Indonesia mendaki gunung dengan es atau salju. Kepada JawaPos.com, Fransiska Dimitri Inkiriwang yang akrab disapa Dede membagikan tipsnya.

1. Pelajari Sebelum Mendaki

Penting sebelum mendaki untuk mengetahui segala informasi mengenai gunung yang hendak didaki. Bukan hanya ketinggiannya, tetapi iklimnya. Dengan demikian, peralatan yang dibawa bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

"Pertama, pelajari dulu apa yang akan dihadapi. Es berarti dingin, jadi harus mencari alat-alat yang mengakomodir untuk tidak kedinginan atau hipotermia. Jadi, memperdalam pengetahuannya tentang apa yang akan dihadapi. Terus medannya es, ada dua sepatunya. Ada yang snow shoes atau crampon,” saran Dede.

Menurutnya, meskipun mendaki gunung tidak bisa diprediksi 100 persen tepat. Tetapi, tidak ada salahnya mempelajari dahulu sebelum mendaki gunung manapun.

2. Pilih Waktu yang Tepat

Setelah mengetahui semua informasi mengenai iklim atau cuaca, langkah selanjutnya adalah menentukan waktu yang tepat untuk mendaki. Penentuan waktu ini, harus ditentukan dengan musim di daerah atau negara tempat gunung berada.

Berdasarkan pengalaman Dede, cuaca bisa berubah sangat cepat di ketinggian. Contohnya, saat mendaki ke Akonkagua di Argentina, rombongan mereka terhadang badai salju yang terkenal cukup ditakuti di gunung tersebut, yakni white devil. Beruntungnya, yang mereka hadapi hanyalah buntut dari white devil, sehingga mereka semua selamat. Meskipun, kecepatan anginnya bisa mencapai 100 km/jam.

3. Dengarkan Guide atau Pemandu

Saat pendakian, lanjut Dede, sangat penting mendengar  dan mengikuti saran dari guide atau pemandu. Apalagi, jika gunung tersebut berada di negara lain. Sebab, aturan main setiap gunung berbeda.

"Kalau udah biasa naik gunung di Indonesia, s udah ada pengalamannya. Tapi ini sesuatu yang sangat baru,  jadi harus belajar lagi,  dan harus dengar guide cara mainnya bagaimana,” terang  Dede.

4. Bukan Adu Cepat

Lebih lanjut, Dede mengingatkan bahwa mendaki gunung bukanlah adu cepat. Sebaliknya, kesabaran sangat dibutuhkan dalam menghadapi segala kondisi yang benar-benar baru saat mendaki gunung bersalju.

“Kalau di sini (Indonesia) kan main cepet-cepatan. Siapa yang paling cepet dia yang lebih jago. Di gunung es mainnya harus  pelan-pelan, sabar. Karena kayak kita hadapi kondisi yang bukan habitatnya manusia juga. Jadi harus adaptasi badannya. Jadi, harus pelan-pelan,” ungkap Dede.

Dede menceritakan pengalamannya hampir terperosok di jurang es yang ternyata sangat dalam ketika mendaki menuju Denali di Gunung McKinley Alaska Amerika Utara. Saat itulah kehati-hatian dan kesabaran menjadi penting dalam mendaki gunung es.

5.  Minum Air Putih

Terakhir dan juga penting adalah untuk minum air putih yang cukup. Menurut Dede, mendaki gunung di manapun memastikan tubuh terhidrasi dengan baik sangat penting. Karena itu, jangan sampai lupa membawa air putih yang cukup selama mendaki. Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah berdoa. (str/jpc/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tips-mendaki-gunung-es 

Berita Terkait

IKLAN