Internasional

Krisis, Warga Venezuela Kekurangan Pangan

Redaktur:
Krisis, Warga Venezuela Kekurangan Pangan - Internasional

INDOPOS.CO.ID - Terhitung sejak 2012 krisis membelenggu negara yang dikenal kaya minyak itu. Krisis tersebut membuat banyak warga Venezuela memutuskan untuk meninggalkan negara mereka.

Warga Venezuela mulai mengungsi ke negara tetangga terdekat setelah kebutuhan hidup mereka tak bisa lagi terpenuhi. Mereka melarikan diri. Mereka berduyun-duyun menuju terminal Flamingo Expresos yang berada di Caracas untuk meninggalkan negaranya.

Beberapa dari mereka membawa seluruh harta benda yang mereka miliki, dari koper hingga kantong plastik berisi air dan beberapa makanan untuk bekal melarikan diri. Mereka bahkan tak dapat lagi makan teratur tiga kali sehari.

“Makanan menjadi sangat mahal sehingga selama berbulan-bulan kami tidak dapat makan tiga kali sehari,” kata Harry Flores, 41. Dia telah ante selama sembilan hari bersama keluarganya dengan harapan dapat naik bus ke Peru.

Atas krisis berkepanjangan itulah, PBB memperkirakan sebanyak 2,3 juta orang Venezuela telah melarikan diri sejak 2015 lalu dan nantinya kemungkinan akan diikuti oleh otoritas Kolombia pada 2020 mendatang. Artinya, sudah sekitar 4,3 juta orang meninggalkan Venezuela.

Direktur Kantor Pembela Umum Kota Perbatasan Tumbes Abel Chiroque mengatakan, sudah ada ratusan warga Venezuela yang berhasil masuk ke Peru melalui perbatasan barat laut Sabtu lalu. Meski begitu, Peru telah memberlakukan sistem paspor bagi siapa pun yang masuk ke Peru karena membludaknya para pengungsi dari Venezuela.

"Kita harus bertindak secara manusiawi dengan populasi rentan ini," katanya seperti dilansir The Guardian. Pekan lalu, Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersumpah untuk memulihkan kembali negara itu dari krisis hiperinflasi dan deprivasi, yang ia sebut sebagai rencana visioner untuk pemulihan, pertumbuhan, dan kemakmuran ekonomi.

Melalui akun Twitter-nya, Maduro mengatakan “Ini adalah program pemulihan ekonomi saya. Ini milik saya! Dan ketika saya mengatakan itu milik saya, itu juga milik masyarakat.”Namun seorang profesor Ilmu Politik di Amherst College di AS Javier Corrales menganggap usaha yang dilakukan Maduro tidak akan berhasil.(ce1/trz/jpg)

TAGS

Berita Terkait

Headline / Rusia Tuding Paman Sam

Internasional / Parlemen Uni Eropa Akui Guaido Presiden Sementara

Internasional / Partai Opisisi Venezuela Rangkul Pejabat Pemerintah

Internasional / Venezuela Berkecamuk, 27 Anggota Garda Nasional Ditangkap

Internasional / 2019, Dua Juta Orang Akan Eksodus Dari Venezuela


Baca Juga !.