Kamis, 20 September 2018 09:49 WIB
pmk

Indotainment

Neo Progressive Jazz Erucakra Mahameru and C Man Tembus ke ASCAP AS

Redaktur:

DIRESPONS POSITIF - Eruckra menujukkan kemampuanya di panggung musik jazz. DOK/INDOPOS/ ACHMAD SUKARNO

INDOPOS.CO.ID – Komposer jazz indonesia yang tergabung dalam WEM USA bernapas lega.  Beberapa karya mereka mulai di respon positif penikmat musik mancanegara. Karya mereka pun bakal mendapat royalti sesuai dengan musisi disana.

Ini setelah asosiasi penyelenggara tetap North Sumatra Jazz Festival, Medan Master Jazz dan Atonal Jazz Club di Medan Sumatera Utara tergabung dalam The American Society of Composers, Authors, and Publishers atau dikenal dengan ASCAP.

”ASCAP mempunyai peran dalam bernegosiasi atas hak karya cipta/lisensi musik anggota komposernya dengan sejumlah kemitraan televisi, radio dan perfileman Amerika seperti HBO, Showtime, Cinemax, Univision, dan lainnya,” ujar manajer dan direksi WEM Arsyadona belum lama ini.

ASCAP memonitor pembagian royalti para penulis lagu dan publishernya dengan pembagian 50 persen saham penulis lagu/syair atau komposer dan 50 persen saham publisher keanggotaannya.”Selain itu, keuntungan bagi pengguna lisensi ASCAP juga dengan mudah dapat berhubungan langsung saat ini dengan WEM USA-ASCAP,” jelasnya.

Salah satu karya musisi yang direspon adalah, Grup Neo Progressive Jazz Erucakra Mahameru & C Man. ”Dipertengahan tahun 2018 telah mendaftarkan komposer jazz Erucakra Mahameru (NCB) dan performers resmi Erucakra Mahameru & C Man untuk lagu terdaftar Balap Liar (The Wild Race) ke dalam data base ASCAP ACE Repertory,” katanya.

Dengan mendaftarkan ke ASCP Grup Neo Progressive Jazz Erucakra Mahameru & C Man dan sangat berpeluang untuk tampil di sejumlah konser dan program penghargaan ASCAP Amerika Serikat. ”Mereka pun telah melakukan sejumlah jadwal tur di luar negeri,” jelasnya. 

Untuk beberapa penampilan tur konser regional, nasional, dan internasional baik dalam bentuk jazz festival dan lainnya Erucakra Mahameru & C Man dengan lagu terdaftar ASCAP AS dimana kelanjutan sinkronisasi pendataan dan distribusi royalti lisensi ASCAP dilaksanakan melalui PRO negara setempat sesuai dengan ketentuan tarif royalti yang berlaku di negara masing-masing.

”Saat ini PRO terdaftar selaku partner ASCAP saat ini berjumlah 100 PRO dari banyak Negara di dunia. ASCAP adalah satu-satunya, PRO yang dimiliki oleh keanggotaannya dengan sifat kepemilikan usaha atau ownership,” katanya.

Kemitraan PRO ASCAP yang berasal dari negara lain, dipandang setara dan sederajat dengan keanggotaan music publisher, composer/author, ASCAP. PRO di dunia saat ini menurut data ASCAP terhitung sebanyak lebih dari 100 negara. Contoh PRO adalah WAMI (Indonesia), KOMCA (Korea), PRS (Inggris), NCB (Norwegia atau Denmark), RAO (Rusia) dan lainnya.

”PRO adalah kepanjangan dari performance rights organization bertujuan dalam mendaftarkan, melindungi, mendistribusikan, menghimpun royalti hak karya cipta/lisensi musik bagi komposer atau penulis lagu/syair dari pengguna lisensi musik sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara masing-masing,” terangnya,” terangnya. (cr3/ash)


TOPIK BERITA TERKAIT: #musik 

Berita Terkait

Cinta dan Kehidupan Jadi Inspirasi Lagu Ricky Rantung

Indotainment

Mengintip Aksi Empat Besar Besar KDI 2018

Indotainment

Gagal di Senayan, Suju Ketemu Jokowi di Korea

Indotainment

Siti Badriah Mendunia karena Syantik

Indotainment

IKLAN