Selasa, 25 September 2018 12:29 WIB
pmk

Jakarta Raya

Sandi Percaya Penggantinya Mampu Bekerja

Redaktur:

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terlihat duduk memakai kaus kaki usai menghadiri acara di Masjid Balai Kota, beberapa waktu lalu. ISMAIL POHAN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - USAI resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, di depan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta maaf kepada warga Jakarta. Dia meminta maaf karena tidak bisa menuntaskan amanah dari warga Jakarta. Ia juga meyakini wakil gubernur penggantinya nanti mampu bekerja bersama Gubernur Anies Baswedan untuk melanjutkan program-program yang telah disusun.

“ Saya memohon maaf tidak bisa menuntaskan amanah 5 tahun yang telah diberikan kepada saya. Tapi saya percaya Pak Anies (Gubernur Anies Baswedan) dan wakil gubernur (wagub) baru bisa menuntaskan janji-janji kerja dan komitmen,” ujar Sandi pada rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/8).

Sandi mengaku, sesuai peraturan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2018 sebenarnya ia bisa saja mengambil cuti. Namun ia memilih melepas jabatannya, salah satunya karena menyadari beban tugas wakil gubernur sangat berat dan tak bisa dibiarkan kosong.

“ Tugas seorang wakil gubernur itu besar dan betapa berat untuk Jakarta. Jadi saya menghindari resiko politisasi jabatan, menjauhkan dari mudarat pejabat yang mengintevensi dan menyalahgunakan birokrasi, anggaran, dan fasilitas, maka saya memilih ikhlas berkorban untuk tidak mengambil cuti,” terangnya.

Sementara itu, usai memimpin rapat paripurna, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, sulit untuk membandingkan pidato pengunduran diri Joko Widodo dan Sandiaga Uno.

“ Sulit membedakan keduannya. Karena baru 10 bulan, tergantung kerjanya sekarang,” ujarnya.

Dia berharap wakil gubernur yang baru nanti bisa melanjutkan tugas-tugas yang ditinggal Sandiaga.Mudah-mudahan dengan dia mengundurkan diri, pemberhentian ini, nanti penggantinya  “ mungkin bisa melaksanakan tugasnya Pak Sandi,” katanya.

Perlu diketahui, sebelumnya pada tahun 2014 lalu, Joko Widodo atau Jokowi yang saat itu merupakan gubernur DKI Jakarta menyatakan mundur dari jabatannya untuk ikut Pilpres 2014. Hari Senin (27/8) ini, Prasetio memimpin rapat paripurna pengunduran diri Sandiaga Uno dari jabatan wakil gubernur DKI karena akan maju dalam Pilpres 2019.

Seperti diketahui, Sandiaga Uno resmi menyatakan berhenti sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bakal cawapres Sandiaga Uno secara resmi menyatakan mundur sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Surat pernyataan mundur disampaikan Sandiaga ke Gubernur DKI Anies Baswedan pada 10 Agustus 2018.

Surat tersebut kemudian diserahkan ke DPRD DKI pada hari yang sama. Selanjutnya, hasil dari sidang paripurna pemberhentian Sandiaga hari ini akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowo) melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sebelumnya Partai Gerindra disebut mengikhlaskan posisi wagub diambil kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun dengan syarat tertentu.

"Ya kami ikhlas kursi wagub diisi kader PKS, asalkan Gubernur Anies Baswedan masuk menjadi kader Gerindra," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Probowo Soenirman.

Menurut Prabowo, dengan masuknya Anies menjadi kader Partai Gerindra, maka pasangan pemimpin di ibu kota tetap diusung Partai Gerindra dan PKS.

"Apalagi Sandiaga Uno sudah keluar dari Gerindra," kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini.

Prabowo juga menyakini kombinasi Partai Gerindra dan PKS tetap solid untuk mewujudkan janji-janji kampanye, yakni maju kotanya, bahagia warganya.

Sejauh ini ada sejumlah nama yang disebut-sebut didukung menjadi wagub DKI. Mereka adalah Mardani Ali Sera dari PKS dan Mohamad Taufik dari Gerindra.

Belakangan, beredar wacana bahwa pengganti Sandiaga adalah sosok berinisial M. Posisi Wagub DKI lowong setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri tak lama usai terpilih sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Pasangan Prabowo-Sandi nantinya akan bertarung dengan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut hasil kesepakatan bahwa nantinya PKS yang akan mengusulkan nama calon wagub DKI.

Anies mengungkapkan itu dalam acara Mata Najwa yang videonya diposting di akun youtube Najwa Shihab.

Hal itu membuat 6 nama yang berseliweran dan ramai diperbincangkan untuk menjadi pengganti Sandiaga Uno, kini harus gugur 3 nama yang berasal dari Partai Gerindra.

Ke-6 nama itu adalah Mardani Ali Sera (Wakil Ketua Komisi II DPR RI), Ahmad Heryawan (mantan Gubernur Jawa Barat), Ahmad Syaikhu (mantan Wakil Walikota Bekasi), Ahmad Riza Patria (Wakil Ketua Komisi II DPR RI), Rany Maulani (Anggota Komisi E DPRD DKI), dan Mohamad Taufik (Wakil Ketua DPRD DKI).

Tapi, kata Anies, melihat kesepakatan bahwa nantinya PKS yang akan mengusulkan nama calon wagub DKI, maka dari 6 nama yang ramai dibicarakan itu 3 diantaranya telah gugur.

Tiga nama yang gugur adalah yang berasal dari Gerindra, yakni Mohamad Taufik, Rany Maulani, dan Ahmad Riza Patria.

Sedangkan Ahmad Heryawan gugur karena sesuai keputusan dari Kemendagri dimana seorang yang sudah menjadi gubernur tak mungkin turun menjadi wakil gubernur. (ibl/nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sandiaga-uno #wagub-dki 

Berita Terkait

IKLAN