Rabu, 21 November 2018 01:06 WIB
pmk

Jakarta Raya

Mardani Tak Pantas jadi Wagub DKI

Redaktur:

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. IST

INDOPOS.CO.ID - Mayoritas Fraksi di DPRD DKI Jakarta menolak bila Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menjabat wakil gubernur menggantikan Sandiaga Uno. Namun, anggota Komisi II DPR RI itu malah berdalih, apagunanya kursi wakil gubernur bila tak ganti ganti presiden.

Anggota Fraksi Hanura DPRD DKI, Muhammad Guntur mengatakan, lintas fraksi di DPRD telah berembuk menanggapi dua nama yang muncul sebagai calon wagub, yakni Mardani Ali Sera dan Nurmansjah Lubis, yang kabarnya sudah diajukan DPP PKS dan disetujui oleh Partai Gerindra.

"Mayoritas fraksi di DPRD DKI menolak Mardani Ali Sera. Kami sudah berkomunikasi dengan lintas fraksi, teman-teman menolak keras, karena merasa Mardani tidak pantas. Mardani dianggap terlalu kasar," ujar  Guntur saat dihubungi, Selasa (28/8/2018).

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Syarif menuturkan hal serupa. Dia juga membenarkan jika nama Mardani Ali Sera dan Nurmansjah Lubis sudah diajukan PKS ke Partai Gerindra dan ditandatangani oleh sekertaris DPD Partai Gerindra, Thamrin. Namun, penandatangan tersebut belum sah lantaran tidak ditandatangani oleh Ketua DPD DKI Jakarta, Muhammad Taufik.

"Bukan berarti Bang Taufik juga yang diajukan oleh Partai Gerindra sebagai wakil gubernur. Memang itu diajukan oleh DPD, tapi kita semua menunggu keputusan DPP," ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengaku, tak tahu menahu terkait posisi pengganti Sandiaga Uno.

"Kalau bab ini, saya tidak tahu sama sekali. Monggo hubungi Pak Sohibul Iman, hubungi Pak Mustafa Kamal karena itu domain mereka," kata Mardani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (28/8/2018).

Saat ditanya mengenai namanya yang masuk dalam bursa pengganti Sandiaga, ia menyebut tak ada satupun pimpinan PKS yang menyodor-nyodorkan namanya. Ia melanjutkan menjadi hal yang luar biasa jika namanya disebut sebagai salah satu kandidat.

"Saya ketemu Pak Iman, saya ketemu Pak Mustafa Kamal, saya ketemu Ustad Salim Segaf, katakan tiga orang itu, tidak satupun mengatakan 'Dan, ente maju, nggak ada. Jadi buat saya luar biasa itu," pungkasnya.

Mardani kemudian menyeru bahwa posisi wakil gubernur tidak akan berarti jika di 2019 tak ganti presiden. "Kalau boleh menyeru, kalau di dalam PKS harmoni saja. Wagub mah nggak ada artinya kalau 2019 nggak ganti presiden," tuntasnya. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wagub-dki 

Berita Terkait

Politisi DKI Ingin Wagub Perempuan

Jakarta Raya

Sandi Percaya Penggantinya Mampu Bekerja

Jakarta Raya

IKLAN