Senin, 24 September 2018 09:01 WIB
pmk

Nasional

Direktorat Siber Tangkap Pria yang Ancam Ledakan Mapolda Riau

Redaktur:

Kabareskrim Polri Irjen Pol Arief Soelistyanto usai menggelar konfrensi pers kasus tindak pidana pencurian data nasabah warga negara Austalia di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, berhasil menangkap tersangka Erick karena memposting ancaman meledakkan Polda Riau setelah batalnya agenda politik #2019GantiPresiden oleh Neno Warisman di Riau, pada Sabtu (25/8/2018) kemarin.

Pria yang bekerja di sebuah rumah makan tersebut mengaku kesal dan melampiaskannya dengan memosting kata-kata yang mengandung unsur provokatif dan mengancam di media sosial Facebook.

"Terkait dengan kejadian Ibu Neno, pada saat penolakan di Riau kemudian yang bersangkutan memposting markas Polda Riau akan kami ledakkan. Densus 88 pelindung rezim dan selanjutnya berupa ancaman,” ujar Direktur VI Tindak Pidana Siber, Kombes Pol Albertus Rachmat Wibowo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Rachmat menuturkan tersangka ditangkap di kediamannya di Palangka Raya pada Senin (27/8) kemarin. Saat ini Erick tengah diterbangkan menuju Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kemarin sore, pada 27 Agustus tersangka ditangkap di Palangka Raya. Ini ancaman hukuman bisa 6 tahun, jadi ini tulisan yang diposting sangat provokatif dan mengancam,” tutur Rachmat.

Sementara Kabareskrim Polri Irjen Pol Arief Soelistyanto mengimbau, kepada masyarakat bahwa pengguna media sosial tidak menimbulkan rasa ketakutan dan melanggar aturan. Tentunya agar perbedaan pendapat tidak menjadi sumber perpecahan di masyarakat.

“Kebanyakan setelah ketangkap terus nangis, tapi bagi saya tidak ada maaf bagimu. Hal seperti ini tidak boleh terjadi, karena bisa menimbulkan ketakutan masyarakat. Bijak menggunakan jari memposting di media sosial. Bisa beredar di seluruh dunia. Perbedaan pendapat tidak perlu sampai mengancam begini,” himbaunya.

Sebelumnya deklarasi gerakan #2019GantiPresiden mendapat penolakan disejumlah daerah seperti Pangkal Pinang, Jawa Timur, dan Riau. Agenda tersebut terkendala atas alasan keamanan. (cr-2)


TOPIK BERITA TERKAIT: #direktorat-siber #teror-bom 

Berita Terkait

Bom Bunuh Diri Tewaskan 68 Orang

Internasional

Singapore Airlines Diteror Bom

Internasional

IKLAN