Rabu, 21 November 2018 01:23 WIB
pmk

Nasional

Kejagung Kantongi Calon Tersangka Gratifikasi Pajak

Redaktur: Redjo Prahananda

Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Warih Sadono. Foto: Yudha Krastawan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) mengantongi calon tersangka dugaan penerimaan hadiah atau janji (gratifikasi) dalam pengurusan pajak pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Calon tersangka itu berasal dari unsur pemerintah yang dalam hal ini PNS Ditjen Pajak.

"Dia (calon tersangka) berinisial P, oknum pegawai Ditjen Pajak," kata Warih saat dikonfirmasi di Kejagung, Selasa (28/8/2018).
Dia memastikan, penetapan tersangka itu akan dilakukan setelah ditandangani surat perintah penyidikan (Sprindik) khusus oleh pimpinan. "Tunggu dua atau tiga hari ini lah, kita akan terbitkan sprindiknya," ujarnya.

Oleh sebab itu, Warih belum bisa mengungkap lebih jauh keterlibatan calon tersangka gratifikasi itu. Namun, ia menegaskan bahwa yang bersangkutan merupakan bagian dari penerima gratifikasi. "Intinya, dia berperan sebagai penerima (gratifikasi), itu saja dulu," jelasnya.

Kasus penerimaan gratifikasi dalam pengurusan pajak pada Ditjen Pajak merupakan pengembangan dari kasus suap atas penjualan faktur pajak selama periode 2007-2013. Pengembangan kasus ini ditandai dengan penerbitan sprindik baru yang masih bersifat umum (belum ada tersangkanya).

Sementara untuk kasus suap itu sendiri telah ditetapkan dua orang tersangka yakni, Jajun Junaedi selaku PNS Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Selatan dan Agoeng Pramoedya selaku Kasi Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Pusat.

Keduanya ditetapkan tersangka menyusul bukti-bukti yang ditemukan penyidik. Antara lain, uang yang disalurkan melalui pihak security perumahan, Office Boy (OB), PNS KPP Madya, tukang jahit dan keluarga tersangka.

"Uang tersebut (gratifikasi) ditransfer melalui rekening Bank Mandiri, BNI, BCA dengan total Rp 14,162 miliar, " ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Moh Rum.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuataannya, keduanya kini telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta. (ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kejagung-ri #kejaksaan-agung #warih-sadono #gratifikasi-pajak 

Berita Terkait

IKLAN