Rabu, 26 September 2018 02:09 WIB
pmk

Nasional

Dipersiapkan 6 Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa NTB 

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Gempa bumi yang melanda sebagian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat setempat. Karena bencana alam ini tak hanya mengorbankan nyawa, tetapi juga harta dan benda.  

Untuk membantu meringankan beban korban, Rumah Zakat telah mempersiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa NTB. Sedikitnya ada enam program yang sudah dipersiapkan, antara lain pembangunan shelter, sekolah darurat, masjid, layanan kesehatan dan penyediaan armada kesehatan, pemberian modal dan pendampingan usaha untuk warga terdampak gempa dan suplai siaga pangan.

Sementara itu penggalangan hewan kurban Rumah Zakat pada tahun 2018 juga dikonsentrasikan untuk membantu korban gempa NTB. Sebanyak 10.000 lebih kaleng Superqurban, inovasi penyaluran kurban Rumah Zakat yang membuat daging kurban menjangkau daerah bencana dalam bentuk kaleng dan tahan lama, didistribusikan di NTB. “Setelah mengirimkan 10 ribu Superqurban akan dilanjutkan dengan pengiriman 50 ribu paket Superqurban dan 50 ribu paket siaga pangan,” kata Irvan Nugraha, Chief Marketing Officer Rumah Zakat melalui keterangannya, Selasa (28/8/2018). 

Selain itu, Rumah Zakat juga menginisiasi Hunian Sementara (Huntara) bagi korban di Dusun Menggala, Desa Pemenang, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Untuk tahap awal, telah dipersiapkan 100 unit Huntara. Jumlah itu akan dibangun di areal seluas satu hektar bantuan Kabupaten Lombok Utara. Targetnya, 1000 kepala keluarga sudah bisa menghuni Huntara dalam sebulan kedepan.

Untuk pemulihan ekonomi, Rumah Zakat pun memiliki langkah khusus. "Masyarakat Lombok punya kemampuan bangkit secara mandiri, kita bantu bangun prakoperasi, sarana, modal usaha, dan kita akan hidupkan pasar," kata Direktur Program Rumah Zakat Murni Alit Baginda. 

Gempa NTB, yang terus bersusulan mengguncang tidak hanya pulau Lombok tapi juga meminta korban hingga ke Pulau Sumbawa. Belum bisa diprediksi kapan gempa tersebut akan berakhir. Setelah empat gelombang gempa besar yang beruntun terjadi di Pulau Lombok dan terakhir berdampak parah di Pulau Sumbawa, pada 23 Agustus 2018 Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres No. 5 Tahun 2018 Tentang Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi pasca bencana.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok #gempa-bumi 

Berita Terkait

IKLAN