Jumat, 16 November 2018 03:13 WIB
pmk

Total Sport

Okto Akui Atlet Balap Sepeda Kurang Jam Terbang

Redaktur:

Crismonita Dwi Putri. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID – Indonesia tidak berhasil  menambah menyumbang medali Asian Games 2018 dari cabang olahraga (cabor) balap sepeda trek Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Selasa (28/8). Terakhir, dua wakil Indonesia yakni Crismonita Dwi Putri dan Elga Kharisma Novanda yang turun di nomor keirin putri, gagal melaju ke final.

Elga hanya mencatatkan waktu terbaik kelima dengan 1,213 detik setelah Hong Kong, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Sementara Crismonita mencatatkan waktu terbaik keempat dengan 0,285 detik setelah Korea Selatan, Tiongkok, dan Hong Kong.

Sebelumnya, Elga dan Crismonita juga gagal menembus ke partai final saat turun di nomor tim sprint putri. Keduanya hanya mampu mencatatkan waktu terbaik kelima dari delapan tim, yakni 34,435 detik, setelah Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, dan Jepang. Meski demikian, pKepala Oelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia, Dadang Haris Purnomo tetap memuji performa para atletnya.

Torehan waktu Elga dan Crismonita di nomor tim sprint putri, mampu menggunguli catatan waktu tim Malaysia, India dan Thailand. "Untuk tim sprint putri sudah banyak peningkatan dan sangat luar biasa karena kami bisa pecah rekor nasional. Kami juga bisa melewati waktu Malaysia dan Thailand. Begitu juga di bomor keirin. Kita bisa mengunguli Malaysia, India, dan Thailand," jelasnya, usai lomba.

Sementara itu trio pebalap, Rio Akbar, Puguh Admadi dan Terry Yudha yang turun di nomor tim sprint putra harus juga puas dengan peringkat lima dengan waktu 44,895 detik, unggul dari Kazakhstan, Iran, Thailand, India dan Hong Kong. "Untuk nomor ini, Malaysia masih di atas kami. Tapi ini luar biasa, progres anak-anak cukup bagus. Tapi memang lawan masih terbaik seperti Jepang, China, Korea Selatan dan Malaysia, untuk putra," katanya.

Akan tetapi, di nomor tim pursuit putra, skuat Merah-Putih yang beranggotakan Bernard Benyamin van Aert, Projo Waseso, Nandra Eko Wahyudi dan Elan Riyadi, tak lolos kualifikasi karena salah satu pebalap terjatuh di lintasan. Tim Indonesia yang diberi kesempatan sekali lagi di akhir babak kualifikasi, menurunkan Robin Manullang untuk menggantikan Projo Waseso yang terjatuh, belum bisa menembus babak kualifikasi setelah hanya mencatatkan waktu 4 menit 22,845 detik di peringkat 9.

Dadang melihat kecelakaan tersebut disebabkan karena tim besutannya tidak terbiasa dengan spons yang dipasang di sisi dalam trek. Sebab, ketika latihan mereka tidak pernah memasang aksesoris lomba tersebut. Akibat tidak terbiasa, hal itu mengakibatkan kecepatan yang tidak merata di antara pebalap. Sementara untuk nomor tim pursuit putri, Indonesia tidak ambil bagian. Tim Indonesia masih mempunyai peluang untuk mencuri medali di sejumlah disiplin balap sepeda  trek seperti Madison, Keirin, Omnium, dan sprint individu, yang akan digelar di Velodrome, Rawamangun, hingga 31 Agustus 2018 mendatang.

Sementara itu, Ketua  PB ISSI Raja Sapta Oktohari,  secara umum atlet balap sepeda Indonesia  yang berlaga di Asian Games cukup baik. Hanya saja, Okto mengakui bahwa atletnya masih kekurangan jam terbang.

“ Kalau dilihat dari cacatan waktunya memang meningkat, tapi dari sisi jam terbang masih kurang,” kata pria yang akrab disapa Okto ini. Hingga kemarin, lanjutnya, balap sepeda telah merebut dua medali emas, 1 perak dan 2 perungu. (bam)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-2018 #balap-sepeda 

Berita Terkait

Bonus Atlet DKI Peraih Medali AG Segera Cair

Total Sport

Sukses AG Momen Tebar Prestasi ke Tingkat Dunia

Total Sport

Asian Para Games, Fadli Sabet Emas Balap Sepeda

Indosport

Debut M. Fadli Sabet Perak Cabor Balap Sepeda

Total Sport

IKLAN