Rabu, 21 November 2018 01:13 WIB
pmk

Headline

Jojo Kembalikan Pamor Indonesia

Redaktur:

SEJARAH-Pebulutangkis Indonesia Jonatan Christie sukses mencatat sejarah setelah berhasil meraih medali emas tunggal putra nomor perorangan Asian Games 2018. Jonatan berhasil mengalahkan Chou Tien Chen asal Taiwan dalam pertarungan sengit tiga game pada partai final yang berlangsung di Istora GBK, Selasa (28/8). CHARLIE/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Ke Indonesia emas bulutangkis di nomor paling bergengsi, tunggal putra, itu kembali. Adalah Jonatan Christie yang berhasil mengembalikan supremasi Indonesia setelah menghilang sekitar 12 tahun. Indonesia terakhir kali meraih emas dari nomor tunggal putra pada 2006 atas nama Taufik Hidayat.

Dengan keberhasilan ini, Jojo, panggilan karib Jonatan, menjadi pemain Indonesia keenam yang menyabet emas di nomor prestisius tersebut, semenjak keikutsertaan negeri ini di pesta olahraga empat tahunan antarnegara Asia pada 1962.

Pemain tunggal putra Indonesia yang pernah menyabet medali emas di nomor itu adalah Tan Joe Hok pada 1962, Ang Tjin Siang pada 1966, Liem Swie King pada 1978, Hariyanto Arbi pada 1994, dan Taufik Hidayat pada 2002 dan 2006.

Bertarung di bawah bahana sorak sorai pendukung Indonesia di Istora Senayan, Selasa (28/8), Jojo menggagalkan upaya pebulutangkis China Taipei, Chou Tien Chen 21-18, 20-22, dan 21-15.

"Puji Tuhan. Berkat Tuhan luar biasa. Saya tidak pernah menyangka bisa dapat emas Asian Games. Ini kejuaraan se-Asia yang notabene memang banyak bercokol pebulutangkis jempolan.  Sejumlah nama besar ada di sini, mulai dari Kento Momota, Chen Long, Shi Yuqi, Chou Tien Chen, Srikanth Kidambi, dan rekan saya Anthony Ginting," ujar Jonatan yang masih bersimbah keringat seusai pertandingan.

Duel antara antara Jonatan kontra Chou  berlangsung sangat menegangkan. Bertanding di hadapan ribuan penonton Istora bukanlah hal mudah,  baik bagi lawan ataupun pemain tuan rumah sendiri. Namun Jonatan kemarin membuktikan diri bahwa ia layak naik podium tertinggi dan membuat Indonesia bangga. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di sana.

Chou yang tampak tak dapat menguasai keadaan di game pertama, bermain di bawah tekanan. Jonatan tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia menyabet game pertama. Di game kedua, Jonatan sempat kalah start dan tertinggal jauh hingga 10-15.

Saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 20-20, Chou langsung mempercepat tempo permainan dan mengeluarkan serangan-serangannya yang membuat pertahanan Jonatan kocar-kacir. Pertandingan pun dilanjutkan dengan game ketiga.

Penonton Istora sempat terdiam sejenak. Hal ini mengingatkan kejadian di babak semifinal sehari sebelumnya kala Chou berhasil menyingkirkan Anthony Sinisuka Ginting, dengan cara mencuri kesempatan di akhir game kedua.

Namun kali ini Chou seperti sudah habis di game ketiga. Banyak pukulan-pukulannya yang tak lagi akurat. Serangannya pun tak setajam di dua game sebelumnya.

"Saya tahu ini tidak akan mudah. Mungkin Chou tegang. Sedari pertama kali jabat tangan sebelum memulai pertandingan, tangannya terasa dingin. Wajahnya tegang. Baru beberapa pukulan saja dia terlihat capek. Mungkin ada pengaruhnya kemarin melawan (Anthony) Ginting. Jadi dia seperti hanya ikut main aja. Dia tampil kurang gereget. Namun dia tetap memperlihatkan kualitasnya sebagai pemain elit dunia. Smashnya kencang. Nettingnya bagus. Pertahanannya juga rapat," ujar Jonatan.

Penampilan Jojo kemarin memang luar biasa. Dukungan ibunya yang datang langsung ke arena pertandingan menjadi berkah luar biasa untuk menghabisi lawannya.  Sang bunda bahkan sempat memeluk putranya di tepi lapangan usai pertandingan. Ibunya  juga terlihat menitikkan air mata karena sudah cukup lama tak bertemu Jojo karena harus tinggal di Pelatnas Cipayung.

"Kemenangan ini sangat berarti buat saya. Saat saya terpuruk, banyak komentar negatif. Tapi saya berpikir, saya sudah usaha kenapa hasilnya belum? Setelah lepas beban ini dan jadi juara di Asian Games, saya sangat senang. Saya membuktikan kalau saya masih bisa," ucap Jonatan. Pebulutangkis rangking 15 dunia itu pun kemudian menggamit lengan ibundanya dan berlalu untuk menerima kalungan medali impian. (bam/xam)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-2018 

Berita Terkait

IKLAN