Rabu, 26 September 2018 10:03 WIB
pmk

Nasional

Indeks Demokrasi Menurun, LIPI : Ada Aktor Politik Hambat Demokrasi

Redaktur:

Peneliti Politik LIPI Siti Zuhro. Foto : Jaa Rizka Pradana / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Peneliti Politik LIPI, Siti Zuhro memprediksi, indeks demokrasi Indonesia bakal semakin menurun. Menurutnya, hal ini tak lepas dari peran para aktor politik serta elit negeri yang menghambat proses demokrasi dengan mengesampingkan nilai-nilai budaya leluhur bangsa.

"Kita tercerabut dari akar kita, sehingga ini yang menjadi permasalahan dasar kita. Keadaban kita menurun drastis, semuanya dimaknai dengan kontestasi," kata dia dalam sebuah diskusi di Menteng Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Wanita yang karib disapa Wiwiek ini memandang, pada dasarnya memang budaya Bangsa Indonesia tidak cocok dengan sistem demokrasi yang lebih mengedepankan kontestasi.

"Kita punya nilai budaya yang aslinya bukan kontestasi, pemilu kita ini kan impor, memang demokrasi kita impor. Kontestasi bukan watak dasar kita," jelas wanita kelahiran Jember Jawa Timur itu.

Dalam demokrasi sendiri, sambung Wiwiek, ada syarat yang mengharuskan masyarakatnya berpendidikan cukup. Namun, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), pendidikan masyarakat Indonesia masih berada dalam periode tujuh setengah tahun. "Itu kisaran 50 - 60 persen (pendidikan) penduduk kita," katanya.

Maka dari itu, Wiwiek menilai, pelaksanaan demokrasi harus sabar karena prosesnya akan sangat panjang. Selain itu, demokrasi juga harus diimbangi dengan pembelajaran baik melalui nilai-nilai bidaya maupun role model para elitnya.

"Kalau itu tidak dilakukan, apalagi parpol tidak menjalankan fungsinya untuk mengedukasi, maka (demokrasi) selesai kita. Kita akan melaksanakan pemilu dengan dampak yangg tak positif," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #lipi 

Berita Terkait

IKLAN