Jumat, 21 September 2018 08:56 WIB
pmk

Kesehatan

Kurang Tidur Picu Berat Badan Naik dan Masalah Otot

Redaktur:

Ilustrasi orang kurang tidur (jpg)

INDOPOS.CO.ID- Pada dasarnya kurang tidur bisa mengganggu stabilitas tubuh manusia. Tidur merupakan kebutuhan pokok yang amat penting. Karena saat tidur, terjadi proses pemulihan yang bermanfaat mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan semula. Sehingga Anda dapat melakukan segala aktivitas dengan optimal.

Kurang tidur dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan. Kondisi tersebut juga dipercaya dapat memicu naiknya berat badan naik dan menimbulkan masalah otot. Benarkah demikian?

Faktanya, kurang tidur selama satu malam saja bisa menimbulkan konsekuensi pada kesehatan secara signifikan, seperti badan lemas dan gerak tubuh yang lebih lambat. Bahkan, menurut sebuah studi kecil yang dilansir dari Livescience, ketika pria melewatkan tidur satu malam saja dari pola tidur biasanya, tubuh akan mengalami perubahan yang dapat meningkatkan berat badan dan kehilangan otot.

Kurang tidur dan pengaruhnya terhadap berat badan dan otot

Dalam studi yang dipublikasikan pada jurnal 'Science Advances', para peneliti mengamati perubahan jaringan lemak dan otot pada 15 pria muda saat mengalami kurang tidur. Setelah tak tidur selama satu malam, para peneliti menemukan indikasi bahwa lemak dan otot merespons secara berlawanan dari respons yang semestinya.

Menurut Jonathan Cedernaes, peneliti dari University Northwestern Feinberg School of Medicine, Amerika Serikat, kurang tidur dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan lemak hingga menunjukkan tanda-tanda peningkatan kerusakan otot.

Belum jelas seberapa cepat perubahan lemak dan otot ini terjadi ketika tidur terganggu, atau bagaimana kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme jika kurang tidur terjadi dalam jangka waktu yang lebih dari satu malam.

Jonathan mengatakan bahwa perubahan tersebut bisa membantu menjelaskan mengapa kondisi kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 serta obesitas. Faktanya, perubahan ritme sirkadian dapat terjadi pada orang yang melakukan kerja shift atau mereka yang mengalami gangguan tidur kronis.(klikdokter/jpnn/ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gangguan-kesehatan 

Berita Terkait

IKLAN