Senin, 17 Desember 2018 03:47 WIB

Politik

Demokrat Tak Akan Minta Klarifikasi Dedi Mizwar

Redaktur:

Dedi Mizwar

INDOPOS.CO.ID - Kadiv Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean menerangkan bahwa partainya tidak akan meminta klarifikasi dari Dedi Mizwar atas dukungannya kepada pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf.

Menurutnya, yang seharusnya adalah pria yang akrab disapa Demiz itu sadar diri mendatangi petinggi partai Demokrat.

"Saya pikir partai tidak terlalu penting menghabiskan waktu untuk memanggil-manggil seperti ini, ya kita harapkan yang bersangkutan sadar diri aja," ucap Ferdinand kepada INDOPOS di Jakarta,  Rabu (29/8/2018).

Lebih lanjut, atas perbedaan sikap itu,  Dia meminta mantan calon gubernur Jawa Barat itu mengikuti aturan main yang berlaku di Partai Demokrat.

"Jadi kalau Pak Demiz mau mendukung Pak Jokowi tidak masalah tapi dia harus menghormati Partai Demokrat supaya tidak terkesan arogan sebaiknya mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Demokrat baru mendukung Pak Jokowi," pungkasnya.

Diberitakan, kabar bahwa Deddy menjadi salah satu juru bicara Jokowi-Ma'ruf diungkapkan Sekretaris Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto. Ia menyebut, keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan Jokowi.

Kabar ini pun dibenarkan okeh  Deddy Mizwar yang menyebut sudah ada kesepakatan verbal antara dirinya dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin terkait rencana dirinya menjadi Juru Bicara. Namun, keputusan resminya masih perlu dibahas lebih lanjut dengan internal partai.

"Ini sudah melewati proses panjang. Dibahas tugasnya seperti apa, kalau saya kira baik, kenapa tidak saya jalankan," kata Deddy Mizwar saat dihubungi, Selasa (28/8).

"Insya Allah fix seperti itu (Jubir Jokowi-Ma'ruf). Kenapa mesti kaget?" tambahnya.

Hanya saja, penetapan dirinya sebagai Jubir secara teknis masih dalam pembahasan antara dua belah pihak, sekaligus menunggu penetapan resmi calon presiden pada 21 September nanti. Hal ini agar semua keputusan jelas dan tidak ada unsur menduga-duga.

Disinggung statusnya sebagai kader Demokrat yang sudah sepakat mendukung Prabowo- Sandiaga Uno, Demiz mengaku tidak ada kendala berarti karena sudah berkomunikasi dengan Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan.

Dengan demikian, ia tidak khawatir dengan kemungkinan keluarnya sanksi dari partai Demokrat. "Saya sudah ngobrol teknisnya. Tanya saja ke Hinca," kilahnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dedi-mizwar #partai-demokrat #jokowi #pilpres-2019 #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN