Senin, 19 November 2018 08:14 WIB
pmk

Nasional

Kejagung Isyaratkan Bakal Selidiki Kasus Pengalihan Spektrum Satelit Garuda

Redaktur:

Direktur Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Warih Sadono. Yudha Krastawan

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengisyaratkan akan menyelidiki dugaan pengalihan Spektrum L-Band Satelit Garuda Orbit 123 Bujur Timur oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) kepada Inmarsat tahun 2006-2015.

Ini sebagai tindak lanjut atas laporan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada Kejagung, Rabu (15/8/2018) lalu, atas dugaan korupsi yang ditaksir mencapai 15 juta US Dollar itu.

"Sudah kita terima (laporannya), akan diskusikan dulu kemudiaan ditelaah untuk dipastikan ada tidaknya unsur pidana," kata Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus, Warih Sadono saat dikonfirmasi di Kejagung, Rabu (29/8/2018).

Warih menegaskan selama ini tidak hanya mengandalkan laporan masyarakat untuk menyelidiki suatu kasus korupsi. Pihaknya juga bekerja sesuai batas kewenangan yang ditentukan oleh aturan atau undang-undang.

 "Artinya kita mempunyai kewenangan untuk menyelidiki. Kalau bukti yang dilaporkan tidak cukup, kita akan cari lagi sampai benar-benar ketemu (alat buktinya)," ujarnya.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman yang dihubungi terpisah mengeluh sampai sekarang dirinya belum pernah dipanggil oleh Kejagung. Padahal, ia ingin menceritakan inti persoalan kasus tersebut lebih detil, tak hanya sekedar mengirim surat laporan.

"Saya berharap dipanggil sama Kejagung biar bisa menjelaskan laporan yang dikirim, tapi sampai sekarang belum pernah dipanggil-panggil," keluh Boyamin.

Ia pun mengungkapkan sejumlah korupsi lainnya yang pernah ia laporkan ke Kejagung. Sebut saja, kasus kredit macet Bank Mandiri kepada PT Central Stell Indonesia (CSI) sebesar Rp 201 miliar dan kasus pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) dan kapal Transko Celebes oleh PT Pertamina Transkontinental 2012-2014.

Meski kasusnya dilanjuti hingga ke pengadilan, Boyamin juga mengeluh lantaran belum pernah dipanggil oleh Kejagung.

"Nyatanya kasus-kasus itu maju sampai ke pengadilan. Artinya laporan saya ini jelas ada unsur pidananya, bukan cuma sekedar laporan biasa," jelas Boyamin.

Untuk itu ia pun berharap agar kasus pengalihan Spektrum L-Band Satelit Garuda Orbit 123 Bujur Timur oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) kepada Inmarsat dirinya dipanggil oleh Kejagung. "Kalau memang dipanggil sebagai pelapor kita akan jelaskan lebih detil unsur-unsur pidana dalam kasus pengalihan itu, biar kasusnya terang benderang," harapnya.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kejagung #satelit-garuda 

Berita Terkait

IKLAN