Jumat, 16 November 2018 09:33 WIB
pmk

News in Depth

Terus Benahi Penyelenggaraan Haji

Redaktur:

Foto: Andy Satria

INDOPOS.CO.ID - ”Selamat datang di Tanah Air. Semoga menjadi haji mabrur”. Sambutan itu disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka saat menerima kedatangan jamaah haji Kloter 1 JKS di Bandara Udara Soekarno Hatta, Selasa (28/8) pukul 00.30 dini hari WIB. 

KLOTER 1 JKS berasal dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat merupakan kloter pertama yang tiba di Tanah Air dari Tanah Suci. Dengan jumlah jamaah haji sebanyak 404 orang, mereka didampingi 6 petugas.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) merasa bersyukur karena dalam penyelenggaraan haji tahun tidak banyak menerima keluhan. Meski begitu, evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan haji tahun depan terus dibenahi.

Pada tahun ini, penyelenggaraan ibadah haji dinilai jauh lebih baik, dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun lalu. Karena beberapa upaya pembenahan sudah dilakukan, seperti tenda di Mina, transportasi dan pemondokan.

”Nyaris tahun ini tidak ada keluhan jamaah soal pemondokan dan layanan transportasi bus shalawat semakin baik,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kementerian Agama Nur Syam kepada INDOPOS, Selasa (28/8).

Kendati demikian, Kemenag terus mengoptimalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019. Seperti sosialisasi penggunaan gelang ber-GPS kepada calon jamaah. Gelang tersebut, menurut Nur Syam telah digunakan jamaah sejak tahun ini. ”Ini bagian peran pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada jamaah secara optimal,” terangnya.

Yang menjadi masalah penggunaan gelang ber-GPS bagi jamaah haji, menurut Nur Syam karena minimnya anggaran. Karena, pengadaan gelang ber-GPS tersebut membutuhkan anggaran yang besar.

Untuk meminimalisir munculnya kasus jamaah haji yang tersesat di Tanah Suci, jamaah mengkonsumsi makanan basi hingga pertanyaan-pertanyaan seputar penginapan atau hotel bagi jamaah haji, Kementerian Agama terus menyempurnakan aplikasi haji pintar. Sejak diluncurkan pada tahun 2015 lalu, aplikasi haji pintar telah menjawab semua masalah dalam pelayanan penyelenggaraan ibadah haji. Namun demikian, setiap tahun, aplikasi yang bisa diunduh melalui google play tersebut terus di up grade. Pada penyelenggaraan haji tahun 2018/ 1439 H aplikasi Haji Pintar memasuki generasi keempat. Beberapa fitur baru bisa dinikmati dan sangat membantu jamaah haji.

Pada generasi terbaru ini, ada up grade 6 fitur baru seperti terjemahan bahasa Arab, tutorial video, haji pedia, jadwal shalat dan itinerary atau rencana perjalanan ibadah haji. Fitur baru tersebut, sangat membantu jamaah untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Sebelumnya, tidak sedikit komunikasi yang terjadi hanya satu arah. Pada tutorial video jamaah bisa mengetahui bagaimana menggunakan pelengkapan atau peralatan di hotel.

Sementara pada fitur Haji Pedia, jamaah haji bisa mengetahui istilah-istilah pada penyelenggaraan ibadah haji. Fitur baru rencana perjalanan haji menjawab semua pertanyaan dari mulai jadwal masuk asrama, keberangkatan hingga jadwal pemulangan.

Untuk fitur akomodasi sebelumnya, jamaah bisa mengetahui menu konsumsi. Pada fitur tersebut jamaah mengetahui kapan dan menu apa saja yang disajikan saat di Makkah dan Madinah. Pada fitur transportasi, aplikasi memberikan informasi seputar layanan bus shalawat. Dari rute, nomor rute hingga nomor pengaduan masalah transpotasi. Untuk mengetahui semua jadwal penerbangan setiap kloter dan embarkasi, jamaah sudah disediakan fitur jadwal penerbangan.

Sementara, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah, Nizar mengungkapkan, Kemenag berhasil mengeluarkan 10 inovasi dalam penyelenggaran haji 2018 ini. Sehingga, Kemenag optimistis nilai indeks kepuasan jamaah haji tahun ini akan meningkat. ”Insya Allah dengan melihat perkembangan yang ada, 10 inovasi yang kita lakukan akan berimbas pada kenaikan nilai indeks kepuasan jamaah,” ujar Nizar, Selasa (28/8).

Hal ini menurutnya cukup beralasan. Mengingat, kata Nizar, para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat bertanya kepada jamaah, rata-rata menyatakan puas. ”Bahkan saat Menteri Agama maupun jajaran eselon I dan II menanyakan secara langsung kepada jamaah, mereka menjawab pelayanan yang didapat top,” ucapnya.

Di samping itu, pihaknya juga melihat masa kritis fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) sudah selesai dan tidak ada insiden yang berarti. ”Masa kritis sudah dilalui dan seperti yang kita rasakan bersama tidak ada insiden yang berarti, maka bisa disimpulkan haji tahun ini sukses. Tadi Pak Dubes (Agus Maftuh Abegebriel) juga menyatakan, Gubernur Mekkah menilai tahun ini adalah kesuksesan tiada tanding bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” papar Nizar. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #haji 

Berita Terkait

Arab Saudi Larang 3 Juta Warga Palestina Berhaji

Internasional

Khoirizi Ingatkan Soal Perda Haji

Nasional

Masih Ditemukan Sejumlah Persoalan

News in Depth

Tambahan Kuota Terbentur Kapasitas

News in Depth

Jamaah Masih Coba Sembunyikan Air Zamzam

Nasional

IKLAN