Kamis, 20 September 2018 12:43 WIB
pmk

News in Depth

Tambahan Kuota Terbentur Kapasitas

Redaktur:

Grafis GIMBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - DAFTAR tunggu antrean keberangkatan menunaikan ibadah haji menjadi persoalan yang diterus dicarikan solusinya oleh pemerintah. Peminat ibadah haji Indonesia setiap tahunnya terus bertambah. Masa tunggu untuk mendapat giliran ke tanah suci juga makin lama. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kementerian Agama Nur Syam mengungkapkan, panjangnya antrean atau waktu tunggu haji Indonesia masih cukup tinggi. Waktu tunggu tersebut antara 8 tahun hingga 20 tahun. ”Delapan tahun itu untuk jamaah dari Sulawesi Utara dan 20 tahun untuk jamaah dari Sulawesi Selatan,” terang Nur Syam.

Meski demikian, dikatakan Nur Syam waktu tunggu di Indonesia masih relatif tidak terlalu lama. Pasalnya di beberapa negara seperti Malaysia waktu tunggu haji sampai 90 tahun. Beberapa upaya negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam bersama negara OKI meminta agar Arab Saudi memberikan penambahan kuota haji dari kuota negara-negara yang tidak terpakai atau tidak terpenuhinya kuota haji. ”Lobi-lobi ini sudah lama dilakukan. Kan banyak negara-negara di Eropa dan negara di Lautan Pasifik yang kuota hajinya tidak pernah terpenuhi,” katanya.  

Selain itu, masih ujar Nur Syam, untuk memangkas waktu tunggu yang cukup lama Kemenag dan Komisi VIII DPR sepakat untuk memberikan peluang lebih besar kepada calon jamaah resiko tinggi (Resti) dan lansia. Berdasarkan regulasi penerbangan, kuota untuk jamaah resti sebesar 30 persen. ”Kita akan penuhi untuk jamaah Resti dan Lansia ini,” ujarnya.

Nur Syam menyebutkan, jumlah kuota haji Indonesia tahun ini sebanyak 221 ribu. Jumlah tersebut merupakan kebijaksanaan Kerajaan Arab Saudi yang memberikan penambahan kuota sebanyak 10 ribu jamaah. Dan itu sudah berlangsung dua tahun penyelenggaraan ibadah haji. ”Kita patut bersyukur ada penambahan 10 ribu jamaah seperti yang dijanjikan Raja Arab Saudi. Karena penambahan kuota domain dari pemerintah Arab Saudi,” ungkapnya.

Masa tunggu haji di Indonesia saat ini mencapai 11-30 tahun. Hal ini tak lepas dari jumlah pendaftar haji yang terus meningkat. Data dari Kementerian Agama menyebut bahwa hingga April 2018, sebanyak 3,8 juta pendaftar sudah mengantre. Adapun jatah dari pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia sendiri hanya 221 ribu jemaah per tahun.

Pemerintah juga kembali meminta tambahan kuota haji kepada Kerajaan Arab Saudi. Angka yang diminta mencapai 250 ribu orang, atau naik 29 ribu dibanding kuota tahun ini. Keputusan untuk meminta tambahan kuota itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel setelah rapat koordinasi di Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekkah, belum lama ini.

Saat ini, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221 ribu orang. Angka tersebut terbagi untuk 204 ribu jamaah regular dan 17 ribu peserta haji khusus. Jika permintaan tambahan kuota tersebut disetujui, komposisi pembagian akan dibahas ulang oleh kementerian agama (kemenag).

Agus menjelaskan, permintaan tambahan kuota tersebut dibarengi dengan permintaan tambahan fasilitas untuk jamaah haji Indonesia. ”Terutama di Mina, seperti yang sering disampaikan Pak Menteri Agama,” jelasnya.

Agus menjelaskan, saat ini kondisi Mina sangat memprihatinkan. Jamaah haji harus berdesak-desakan di tenda yang kapasitasnya terbatas. ”Perluasan tenda tidak memungkinkan karena secara syariat, luas Mina tidak bisa ditambah ke samping,” tambah dia.

Ada beberapa opsi yang diusulkan pemerintah ke Arab Saudi. Antara lain, pemasangan tenda bertingkat dan pembangunan pemukiman baru di luar Mina beserta akses pendukungnya. Permintaan tersebut diajukan karena hubungan diplomatik Indonesia dengan Arab Saudi saat ini sedang baik. Agus menyebutnya dengan istilah masa keemasan. Salah satu sebabnya adalah keberhasilan Indonesia mengelola jamaah haji.

Indonesia juga akan membentuk poros Saunesia (Saudi-Indonesia). Poros tersebut telah dibicarakan dengan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. ”Poros ini akan lebih meningkatkan hubungan antara Indonesia dengan Saudi,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pemerintah Arab Saudi saat ini sedang membuat proyek besar yang disebut dengan Makkah Road. Proyek yang ditarget tuntas pada 2030 tersebut merupakan rencana pengembangan Mekkah secara besar-besaran.

Dengan proyek itu, Arab Saudi berharap dapat mendatangkan 5 juta orang di setiap musim haji. ’’Saya yakin jamaah yang mendapat fasilitas dari Saudi ini adalah Indonesia,’’ katanya.

Sementara itu, Menag menegaskan bahwa permintaan tambahan kuota harus dibarengi dengan perbaikan fasilitas di Mina. "Jadi, menambah kuota itu harus dicermati benar. Kalau jamaah haji kita makin banyak tapi tidak diimbangi dengan infrastruktur yang cukup, justru bisa menjadi tragedi kemanusiaan yang luar biasa," beber dia.

Saat ini saja, jamaah haji Indonesia harus berdesak-desakan di dalam tenda yang terbatas. "Jadi, bagi kami, penambahan kuota harus dengan syarat bahwa pemerintah Arab Saudi menambah daya tampung Mina. Selama itu belum dilakukan, menambah kuota akan memicu persoalan yang menyangkut keselamatan jiwa jamaah haji kita," pungkasnya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #haji #tambahan-kuota 

Berita Terkait

Masih Ditemukan Sejumlah Persoalan

News in Depth

Terus Benahi Penyelenggaraan Haji

News in Depth

Jamaah Masih Coba Sembunyikan Air Zamzam

Nasional

Fase Terakhir Armuzna, 151 Orang Wafat

Headline

Jemaah Haji Dirawat Berkurang Drastis

Headline

IKLAN