Sabtu, 17 November 2018 07:47 WIB
pmk

News in Depth

Masih Ditemukan Sejumlah Persoalan

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - KEMENTERIAN Agama menyatakan pelaksanaan ibadah haji 2018 terbilang sukses.  Namun, bagi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mujahid, masih banyak permasalahan menahun yang tak kunjung teratasi dan mengurangi kenyamanan jamaah haji tanah air.

”Ada lima masalah yang saat pelaksanaan haji ini kembali terjadi. Dan ini jangan sampai terus terulang setiap tahunnya,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mujahid kepada INDOPOS di  Jakarta,  Selasa (28/8/2018).

Apa saja lima hal itu? Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan yang paling serius adalah kapasitas tenda di Mina. Banyak yang sangat sesak  bahkan sampai tidak kebagian tenda," terangnya.

Permasalahan kedua adalah minimnya keberadaan toilet di maktab-maktab Mina. ”Jumlahnya sangat tidak sebanding dengan jumlah jamaah. Sehingga mengganggu kenyamanan ibadah haji karena harus mengantri,” cetusnya.

Masalah ketiga adalah keberadaan bus shalawat.  Menurutnya, jumlah fasilitas itu juga tak sebanding dengan jamaah. ”Bus shalawat banyak yang over kapasiti.Terutama bagi jamaah yang jarak maktabnya jauh,” jelasnya.

Masalah keempat adalah pelaksanaan katering. Dimana banyak makanan yang disajikan sudah tak layak. ”Saya dapat laporan banyak yang basi, telat dan ragam makanannya di bawah standar. Ini harus jadi perhatian. Jangan sampai jamaah sakit cuma karena makanan,” serunya.

Masalah lainnya adalah masih banyak jamaah Indonesia yang  ditempatkan di Mina Jadid yang jauh jaraknya ke tempat jamarot. ”Jadi lima masalah inilah yang kerap terjadi tiap tahunnya,” terangnya.

Lalu,  apa solusi yang bisa dilakukan Kemenag dalam mengatasi lima hal itu,  Sodik menjelaskan harus memperkuat pengawasan ke maktab maktab. ”Yakni dengan dukungan pemerintah Arab Saudi agar maktab patuh,” imbaunya.

Lalu,  khusus untuk posisi Mina Jadid,  maka perlu adanya lobi ke pemerintah Arab Saudi. ”Agar kita Indonesia jangan selalu di tempatkan di Mina Jadid yang jauh,” harapnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta maaf karena belum bisa memberikan ruang terbaik untuk jamaah haji Indonesia selama proses wukuf di Mina, Arab Saudi.

Permintaan maaf itu disampaikan langsung Lukman setelah muncul keluhan dari jamaah haji terkait kondisi sejumlah tenda di Mina yang sangat sempit. Padahal, proses wukuf menjadi momen krusial dalam pelaksanaan ibadah haji. ”Kami mohon maaf belum bisa memberikan ruang terbaik, bapak-ibu berdesak-desakan di tenda dan kondisi toilet terbatas, mudah-mudahan semua tambah sabar,” ucap Lukman.

Menurutnya, tenda yang disiapkan untuk jemaah haji di Mina memang terbatas. Kewenangan soal penyediaan tenda jamaah haji, kata Lukman, sepenuhnya ada di otoritas Arab Saudi. ”Sementara ini kita tidak bisa minta tambahan fasilitas. Satu-satunya yang bisa kita minta hanya ke maktab untuk karpet tambahan. Itu sementara alternatif yang bisa kita lakukan,” tegas Lukman. (dil) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #news-in-depth #haji 

Berita Terkait

Arab Saudi Larang 3 Juta Warga Palestina Berhaji

Internasional

Khoirizi Ingatkan Soal Perda Haji

Nasional

Tambahan Kuota Terbentur Kapasitas

News in Depth

Terus Benahi Penyelenggaraan Haji

News in Depth

Jamaah Masih Coba Sembunyikan Air Zamzam

Nasional

IKLAN