Rabu, 21 November 2018 07:39 WIB
pmk

Nasional

Usai Bebas, Pollycarpus Sebut Ada Kejanggalan dalam Kasus Pembunuhan Munir

Redaktur:

Pollycarpus Budihari Prijanto (Siti Fatonah/ JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID - Pollycarpus Budihari Prijanto membeberkan adanya kejanggalan dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, beberapa tahun lalu. Hal tersebut dibeberkan kembali usai dinyatakan bebas murni pada 29 Agustus 2018.

Mantan pilot Garuda Indonesia menyebut saat itu dalam tuduhannya, telah memasukan racun ke dalam orange jus. Namun ketika di vonis racun tersebut dituduhkan dalam sajian mie goreng. Padahal, lanjutnya dengan tuduhan racun pasa mie goreng tidak ada suratnya.

Akhirnya, tuduhan tersebut mengantarkan Pollycarpus ke dalam jeruji besi di Lapas Sukamiskin Klas I Bandung. Adapun masa hukuman yang dihadapi selama 14 tahun.

"Saya menjalani dua tahun saya keluar sudah gerah kan ketika saya kerja di Malaysia. Namun di sidang ulang oleh kejaksaan, pengadilan pada 2008 (dengan vonis 8 tahun penjara)," kata Pollycarpus di Bapas Klas I Bandung, Rabu (29/8/2018).

Setelah itu, dia pulang dalam sidang ulang tersebut, dari situlah dirasa ada suatu kejanggalan. Karena dituduhkan dengan yang berbeda-beda. Bahkan, Pollycarous menyebut sang korban Munir harus diberi penghargaan karena bisa dibunuh sebanyak empat kali.

"Harusnya dikasih penghargaan terbunuh empat kali, hebat kan? Pertama Jakarta- Singapura, kedua Singapura-Amsterdam. Dalam artian in take time masuk 8 jam," ujarnya.

Pengakuannya, sebelum Munir meninggal racunnya jarak perjalananya sekitar 12 jam 25 menit, lantas dua jam sebelum mendarat Munir meninggal. Berarti 10 jam 25 menit. Racun masuk ke dalam tubuhnya sekitar 8 jam sebelum meninggal. Sehingga jika ditarik ulur dua jam 25 menit ke Singapura.

"Nah hasil otopsi siattel Amerika, menyatakan racun masuk tubuh Munir 9 jam sebelum meninggal, kalau ditarik undur adalah satu jam 25 menit setelah take off dari Singapura, sedangkan saya turun dari Singapura saat adanya pembunuhan ke tiga kali," jelasnya.

Kejanggalan lainnya, yakni saat di cafe Bean yang letaknya di lantai 3 sementara dirinya kedatangan di lantai dua. "Mana mungkin saya naik lantai ke tiga untuk bunuh Munir, sedangkan saya keluar dari pesawat langsung imigrasi dan hotel ini kejanggalan itu," ungkapnya.

Pollycarpus jalani hukuman kasus pembunuhuhan aktivis HAM sejak 2004 kemudian divonis 2005. Lalu 2006 bebas namun pada 2007 kembali dipanggil, dan divonis lagi 20 tahun penjara pada 2008.  (ona/jpc/jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pollycarpus #kasus-pembunuhan-munir 

Berita Terkait

Pemerintah Harus Buka Dokumen Kasus Munir

Headline

Pemerintah Harus Buka Dokumen Kasus Munir

Headline

IKLAN