Kamis, 15 November 2018 02:05 WIB
pmk

Politik

Balas Ngabalin, Rocky Gerung : Yang Bilang #2019GantiPresiden Makar itu Dungu dan Ngaco

Redaktur:

AKSI CFD – Masyarakat dengan mengenakan baju #2019GantiPresiden menggelar aksi bersama di arena CFD, Minggu (29/4). Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Pengamat politik Rocky Gerung mengaku gerah dengan adanya stigma #2019GantiPresiden disebut gerakan makar. Ia menyatakan justru pandangan semacam ini dungu dan bodoh.

Rocky mengatakan, istilah makar tak relevan lagi dibicarakan saat ini. ''Istilah makar itu dibuat tahun 1930an oleh pemerintah Belanda dalam KUHP kita untuk menpertahankan kekuasaan," kata Rocky di Kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).

Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini menegaskan, makar adalah unslag dalam bahasa Belanda, atau perlawanan. Ia pun mempertanyakan hubungan makar dengan stabilitas politik yang terjadi di Istana.

Ia menyebut, pernyataan jubir Istana Negara, Ali Mochtar Ngabalin terkesan ngaco. Terlebih Ngabalin sampai menyebut adanya upaya mengganti dasar negara dan mengkaitkannya dengan konflik di Suriah lalu.

"Itu otak dungu yang bikin kalkulasi seperti itu," ucapnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, menyebut aksi dan deklarasi #2019gantipresiden adalah makar. Unsur makar, kata dia, sudah terlihat secara harafiah dari slogan tersebut.

"2019 itu artinya tanggal 1 Januari pukul 00.00. Artinya apa, saat itu juga ganti presiden, artinya tindakan makar," kata dia Senin, 27 Agustus 2018. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #2019gantipresiden #ngabalin #rocky-gerung 

Berita Terkait

Rambo Aceh pun Digiring ke Polsek

Headline

DPR: Demokrasi Gagal!

Headline

IKLAN