Rabu, 21 November 2018 09:13 WIB
pmk

Hukum

Kejagung Tahan Oknum Pejabat Ditjen Holtikultura Kementan

Redaktur: Redjo Prahananda

Oknum pejabat Ditjen Holtikultura pada Kementerian Pertanian, Asril Amirullah ditahan oleh penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung. Yudha Krastawan

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan Asril Amirullah yang merupakan oknum pejabat Ditjen Holtikultura pada Kementerian Pertanian (Kementan) di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejagung.

Asril ditahan sebagai tersangka kasus kegiatan bantuan fasilitas sarana produksi kepada kelompok tani binaan penggerak membangun desa (PMD) pada Kementan tahun 2015. Kasus ini ditaksir merugikan negara sekitar Rp 3,5 miliar, sesuai hasil audit Inspektorat Jenderal Kementan.

"Tersangka AA (Asril Amirullah) ditahan selama 20 hari terhitung sejak 27 Agustus 2018 sampai 15 September 2018 berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-19/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 27 Agustus 2018," ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mohammad Rum dalam jumpa pers di Kejagung, Rabu (29/8/2018).

Sebelum ditahan, Asril sempat diperiksa selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) oleh penyidik pidana khusus Kejagung, Senin (27/8/2018). Kemudian tersangka ditahan dengan alasan objektif karena terancam hukuman di atas lima tahun penjara. Sedangkan alasan subjektif karena tersangka dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, sehingga dapat mempersulit kegiatan penyidikan atau menghambat penyelesaian kasus dimaksud.

"Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi Undang-Undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," jelas Rum.

Selain Asril, juga ditetapkan tersangka lain berinisial SL selaku Direktur CV Cipta Bangun Semesta. Namun penyidikan terhadap tersangka ini dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Pulau Pisau, Kalimantan Tengah. SL sendiri sudah diadili di Pengadilan Tipikor Kalimantan Tengah.

Adapun kasus ini bermula dari kegiatan bantuan fasilitas sarana produksi kepada kelompok tani binaan PMD di Kementan untuk wilayah Sumatera Barat (32 kekompok), Kalimantan Barat (32 kelompok), Kalimantan Timur (36 kelompok) dan Kalimantan Selatan (44 kelompok) senilai Rp 24 miliar.

Jenis dan spesifikasi teknis bantuan yang akan diterima oleh setiap kelompok petani antara lain berupa cultivator, kendaraan roda tiga, pompa air, hand sprayer, selang dorong dan lain sebagainya. CV Cipta Bangun Semesta ditunjuk sebagai penyedia dan pendistribusi barang dalam kegiatan ini. Namun pelaksanannya ditemukan adanya penyimpangan yang tidak sesuai kontrak antara lain, pengadaan barang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak atau kekurangan volume penyaluran pupuk granul merk Nutrizim, keterlambatan pendistribusian barang tersebut dan sebagainya. Hal ini berakibat kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar, berdasarkan hasil audit Inspektorat Jenderal Kementan.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-kegiatan-bantuan-fasilitas-sarana-produksi #kejagung #asril-amirullah #kementan 

Berita Terkait

IKLAN