Kamis, 20 September 2018 04:04 WIB
pmk

Hukum

Korban Kasus Penggelapan dan Penipuan Minta Perlindungan Hukum Jaksa Agung

Redaktur: Redjo Prahananda

Jaksa Agung HM Prasetyo. Yudha Krastawan

INDOPOS.CO.ID - Korban kasus penipuan dan penggelapan, Amanda telah mendatangi kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/8/2018). Maksud kedatangannya itu untuk meminta perlindungan hukum kepada Jaksa Agung HM Prasetyo. 

Dalam suratnya yang ditujukan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Pengawasan,  Amanda merasa kecewa dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara karena belum menahan dan melimpahkan berkas DLD (inisial) selaku tersangka ke pengadilan. 

"Masak sudah menggelapkan uang penjualan daging Rp 3 miliar tidak ditahan juga. Enak amat dia, ada apa ini," tanya Amanda selaku korban.

Amanda juga menyesalkan di tengah kasusnya berjalan ada dugaan pihak kejaksaan meminta agar masalah hukum tersebut tidak dilanjutkan ke pengadilan. "Karena kasus tersebut dianggap masalah kecil," sesal Amanda.

Kepada wartawan, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Diky Oktavia mengaku telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka dari kepolisian. Namun ia berusaha ingin mempertemukan pihak yang bermasalah untuk menyelesaikan persoalan hukum tersebut secara kekeluargaan. Alasannya, tersangka mau mengembalikan uang penjualan daging tersebut.

Dia juga menegaskan pihaknya sudah melakukan penindakan yakni dengan menjadikan tersangka tahanan kota serta wajib lapor selama dua bulan dan kasunya tinggal menunggu jadwal sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sebelumnya, DLD dilaporkan oleh korban ke Polres Jakarta Utara, dengan LP/1282/K/XI/2017/PMJ Resju tanggal 6 Nopember 2017. Debdy disangka melanggar Pasal 372 Jo Pasal 378 KUHP. Selain menjadi tersangka, ia juga ditahan selama 20 hari.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korban-kasus-penipuan-dan-penggelapan #amanda 

Berita Terkait

IKLAN