Selasa, 25 September 2018 12:35 WIB
pmk

Total Sport

Pencak Silat Benar-Benar Tambang Emas

Redaktur:

TanjungAyu Sidan Wilantari/Ni Made DwiyantiWewey. FOTO: INASGOC

INDOPOS.CO.ID - Cabang olahraga pencak silat benar-benar luar biasa. Mereka sukses menyabet 14 medali emas dari 16 nomor  yang dilombakan di Asian Games 2018. Hasil ini membuat  pencak silat menjadi cabang yang paling banyak menyumbang medali emas ke kontingen Indonesia. Hari terakhir, Rabu (29/8),  Indonesia berhasil menyapu bersih  enam medali emas. Sebelumnya pada hari pertama, silat juga telah menyabet 8 medali emas. 

“Ini hasil buah kerja keras kami selama melakukan persiapan. Selain  itu  juga tidak ada rekayasa, semua pertandingan berjalan sportif dan fair-play. Dukungan ribuan suporter juga memotivasi para pesilat kami untuk meriah kemenangan,” ujar Erizal Chaniago, Sekertaris Jenderal Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia ( IPSI) kepada media usai pertandingan di kantor PB IPSI di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (29/8).

 Sugianto menjadi  pesilat putra Indonesia yang meraih   emas  ke-9 dalam cabang olahraga Pencak Silat di ajang Asian Games 2018 atau merupakan emas ke-25 bagi Indonesia. Sugianto meraih poin tertinggi, yakni 471, mengalahkan pesilat Thailand, Ilyas Sadara dengan poin 460 yang meraih medali perak dan pesilat Filipina, Almohaidis Abad dengan poin 455 yang meraih medali perunggu. Perolehan angka yang diraih oleh Sugianto di babak final ini lebih tinggi dibandingkan babak penyisihan sebelumnya yang memperoleh angka 467.

Sementara duet pasangan pesilat  Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti meraih medali emas ke-10. Pesilat Indonesia ganda putri berhasil memperoleh poin tertinggi, yakni 574.

Hasil ini mengalahkan pesilat dari Thailand Saowanee Chanthamunee/Oraya Choosuwan yang meraih medali perak dan pesilat Malaysia Nor Hamizsh Abu Hasan/Motlaya Vongphakdy meraih medali perunggu.

Emas ke-11 disumbang  Regu putri Indonesia, Pramudya Yuristya/Lutfi Nurhasanah/Gina Tri Lestari berhasil meraih poin tertinggi dengan skor 466.

Sementara juara ketiga dengan perolehan medali perunggu, yakni pesilat dari Thailand, As Ma Jeh Ma/Yuweeta Samahoh/Ruhana Chearbuli dengan skor 448.  Pipiet Kamelia menambah  medali emas ke-12  dari nomor D (60-65kg) putri.Bertanding melawan pesilat Vietnam Thi Cam Nhi Nguyen, Pipiet menang dengan skor 5-0.

Pesilat lainnya  Hanifan Yudani Kusumah merebut medali emas ke-13. Dia mengalahkan Nguyen Thai Linh dari Vietnam 3-2 pada kelas C putra 55-60 kg.

Sementara Pesilat cantik  Wewey Wita menjadi penutup dengan meraih emas ke 14 di nomor B (50-55kg) putri. Wewey menang 5-0 atas pesilat Vietnam Thi Them Tran.

“ Saya memuji skill dan speed pesilat kita. Mereka sangat kuat dibanding dengan negara lain. Padahal sebelumnya,  kami sempat was-was dengan pesilat- pesilat Iran dan Kajakstan. Iran bahkan sempat melakukan ujicona beberapa bulan dengan kami di Jakarta,” ungkap Erizal.

Pria yang akrab disapa Ical ini mengakui, Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah ( TMII)  memang angker bagi pesilat luar negeri. Terbukti, mereka tidak berkutik berhadapan dengan pesilat  tuan rumah. “ Padepokan Silat ini memang angker bagi pesilat luar negeri. Terbikti,  mereka tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya  selama bertanding disini,” paparnya. (bam) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pencak-silat #asian-games-2018 

Berita Terkait

Danone AQUA Sebarkan Semangat Kebaikan Pasca Asian Games

Indobisnis

Sukses Karate di Asian Games untuk Modal ke Tokyo

Total Sport

Christo Akui Lebih Nyaman Bersama Aldila

Total Sport

IKLAN