Jumat, 21 September 2018 02:15 WIB
pmk

Headline

AHY-Mardani Bisa Imbangi Erick Thohir

Redaktur:

Erick Thohir

INDOPOS.CO.ID - Jika benar pengusaha muda Erick Thohir sebagai kuat ketua tim kampanye nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dua figure di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno dapat mengimbangi keberadaan Erick Thohir. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Mardani Ali Sera.

Peneliti Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie kepada INDOPOS mengatakan, munculnya nama Erick Thohir tak bisa dianggap remeh oleh kubu Prabowo-Sandi. "Nama ini (Erick Thohir) saya yakin mampu menyedot perhatian pemilih, khususnya pemilih milenial serta pecinta olahraga di tanah air. Ini terkait suksesnya penyelenggaraan Asian Games," kata Jerry,  Rabu (29/8/2018).

Dia menambahkan, selain sukses sebagai ketua INASGOC,  raihan medali di Asian Games juga akan menjadi momentum keberhasilan Erick Thohir. "Asian Games bisa berpengaruh mengangkat citra Erick Thohir,  apalagi saat ini Indonesia masuk lima besar peringkat medali," jelasnya.

Kesuksesan sebagai pengusaha muda,  hingga namanya mendunia juga menjadi daya daya tarik tersendiri untuk kaum millenial. "Erick Thohir Bisa menambah daya gedor di tim Jokowi. Nah, paling tidak bisa merebut suara anak muda fansnya Sandiaga," jelasnya.

Ia juga menyinggung nama Dedi Mizwar yang juga disebut-sebut akan menjadi jubir di TKN Jokowi-Ma'ruf. Doktor bidang politik dari American Global University ini menilai, Dedi Mizwar akan mampu menambah dari suara kalangan religius,  artis dan budayawan.

"Meski kalah di Jabar,  tetapi sosok Dedi Mizwar ini dikenal agamis,  budayawan Sunda dan artis. Suku Sunda salah satu terbanyak penduduknya selain Jawa. Dan masuknya Dedi Mizwar ini juga menjadi perlengkap nuansa religius dari pasangan Jokowi-Ma'ruf," terangnya.

Lalu,  siapakah yang layak menandingi sosok Erick Thohir untuk menjadi ketua tim sukses di kubu Prabowo-Sandi?

Jerry menerangkan ada dua nama,  yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Mardani Ali Sera.

"Meski mencuat nama Djoko Santoso,  tetapi bagi saya nama mantan panglima TNI itu tak laku di Kalangan milenial. Dengan jumlah yang mencapai 80 juta pemilih,  maka ketua tim sumses Prabowo juga harus sosok muda. Bisa saja AHY dan Mardani," tegasnya.

Kenapa AHY dan Mardani? Menurutnya,  kedua sosok muda dari Partai Demokrat dan PKS itu sudah memiliki branding di masyarakat. "Bagi saya AHY menjadi magnet tersendiri untuk kaum millennial dan kaum emak-emak selain Sandiaga Uno. Sedangkan Mardani yang juga sosok muda mampu menyedot suara dari kalangan religius dan sukses dengan jargonnya #2019GantiPresiden,"  imbuhnya.

Pendapat lainnya diutarakan pengamat politik Universitas Paramadina Jakarta Hendri Satrio. Ia sangsi Erick Thohir mau menjadi ketua timses Jokowi-Ma'ruf.

"Itu kan nama baru muncul karena usulan dari obrolan timsesnya Jokowi. Tapi saya yakn Erick Thohir nggak akan mau. Saya lihat dia pengusaha murni, tak akan mau terjun urusan Pilpres," ujarnya kepada INDOPOS.

Dibanding hanya mengandalkan sosok Erick Thohir,  menurut Hendri, lebih baik Jokowi-Ma'ruf menjadikan Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai ketua tim sukses.

"TGB saya kira mampu menarik massa dari millenial dan kaum religius," tambahnya.

Pengamat politik Muslim Arbi justru menilai munculnya nama Erick Thohir sebagai ketua timses telah membenarkan prasangka sebagian masyarakat bahwa ajang Asian Games menjadi ajang pencitraan Jokowi.

Atas dasar itu,  hal itu justru merugikan bagi kubu petahana. "Ada dua kegagalan Erick Thohir menjual Jokowi sebagai Presiden dan Capres 2019. Pertama adegan Jokowi naik motor dengan menggunakan stuntman. malah jadi bulan-bulanan di medsos," ujarnya.

Kedua, kata Muslim,  INASGOC tidak menampilkan Gubernur DKI Anies Baswedan dan gubernur Sumatera Selatan di panggung kehormatan saat pembukaan Asian Games. Padahal, acara ini berlangsung di Jakarta dan Palembang.

"Nah di sini dalam komunikasi dan pesan-pesan politik seolah Jokowi super dan hero sendiri di Asian Games, malah menurut saya gagal. Justru Jokowi dikesankan sosok yang egois dan cari muka sendiri," jelasnya.

Meski terbilang pengusaha muda yang sukses,  namun dalam seni kelola sebagai manager kampanye nasional dalam dunia politik,  lanjut Muslim, punya karakter tersendiri. "Beda memimpin sebuah perusahaan dengan mengatur strategi memenangkan Pilpres. Ini tidak semudah membalikkan tangan atau sekadar menyuruh karyawannya," tukasnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 #timses-jokowi 

Berita Terkait

IKLAN