Rabu, 26 September 2018 12:05 WIB
pmk

Nasional

PNS Bisa Dicover Kecelakaan Kerja Tanpa Batas

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata bisa dobel kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Tidak hanya program dari PT Taspen, tetapi PNS bisa top up ke program BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini sudah berlangsung pada PNS di lingkungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Di Kemenpar 62 persen karyawan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan 2.872 PNS dan 1.697 honorer. ”Karena kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan adalah seluruh pekerja, baik itu pekerja formal maupun informal. PNS masuk di dalamnya,” ujar Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek Melati Ratimanjari di sela-sela sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Gedung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Jakarta.

Dalam acara tersebut juga digelar penyerahan santunan simbolis klaim Jaminan Kematian (JKM) almarhum Lasiman selaku PNS Kemenpar yang meninggal dunia. Klaim senilai Rp 24 juta disarahkan oleh Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara dan diterima oleh ahli waris, Nuryati, yang juga istri almarhum. Hadir di acara tersebut karyawan serta para pejabat di lingkungan Kemenpar serta perwakilan Korpri dari berbagai kementerian dan lembaga negara.

Dikatakan, PNS pada dasarnya dilindungi oleh program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM dari PT Taspen. Dengan top up kepesertaaan ke BPJS Ketenagakerjaan, PNS bisa memanfaatkan fasilitas penjaminan tanpa batas (unlimited) JKK. Karena fasilitas penjaminan JKK Taspen berlaku plafon atau batas atas pembayaran.

 Dengan begitu PNS bisa memanfaatkan fasilitas penjaminan unlimited dari program JKK yang tidak dimiliki oleh Taspen. ”Dalam kasus kecelakaan kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan akan dijamin berapapun biayanya dan berapapun lamanya waktu untuk perawatan pokoknya sampai peserta sembuh dan kembali bekerja,” ungkap Melati.

Menurut Melati, sebagaimana almarhum Lasiman sebagai PNS di Kemenpar, PNS di manapun juga bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai program tambahan atau top up. Jika peserta meninggal dunia baik akibat kecelakaan kerja maupun meninggal biasa, maka ahli waris berhak mendapatkan manfaat tunai baik dari PT Taspen maupun BPJS Ketenagakerjaan.

”Kami berharap PNS di lingkungan kementerian, badan, lembaga, maupun instansi yang lain memanfaatkan program top up ini. Apalagi iuran kepesertaannya sangat murah, tidak sampai Rp 20 ribu perbulan untuk program JKK dan JKM,” tegasnya.(dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan #pns 

Berita Terkait

Wow, RT/RW juga Wajib Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Nasional

Penyandang Disabilitas Cairkan JHT dengan Mudah

Jakarta Raya

Honorer Bekasi Tolak Formasi PNS

Nasional

Airin Pasrah Hanya Dapat 115 CPNS

Banten Raya

Sadarkan Generasi Millenial Pentingnya Perlindungan Dasar

Jakarta Raya

Peserta BPJS Ketenagakerjaan Dapat Diskon Rawat Inap

Jakarta Raya

IKLAN