Selasa, 13 November 2018 03:33 WIB
pmk

Kesehatan

Stres Mental Dapat Sebabkan Kehilangan Penglihatan

Redaktur: Ali Rahman

ilustrasi seseorang yang kehilangan penglihatan akibat stres (xblue4373)

INDOPOS.CO.ID - Ada beberapa konsekuensi penurunan kesehatan akibat dari stres yang tinggi. Tekanan darah tinggi dan depresi hanyalah sebagian, tetapi sekarang para peneliti berpikir bahwa stres juga bisa merusak penglihatan Anda.

Sebuah laporan baru menemukan bahwa tekanan psikologis yang berlangsung, dan peningkatan kadar hormon stres kortisol yang menyertainya, merupakan faktor risiko dalam perkembangan dan perkembangan penglihatan yang memburuk.

Menurut makalah yang diterbitkan journal of the European Association for Predictive, Preventive, and Personalized Medicine. Cukup belajar bagaimana bersantai melalui terapi bicara, dan meditasi mungkin merupakan perlindungan terbaik terhadap penglihatan yang memburuk.

"Ada bukti yang jelas dari komponen psikosomatis terhadap kehilangan penglihatan karena stres. Bukan hanya konsekuensi, kehilangan penglihatan progresif yang dihasilkan dari penyakit seperti glaukoma, neuropati optik, retinopati diabetik dan degenerasi makula terkait usia," kata peneliti utama studi Bernhard Sabel, Direktur Institut Psikologi Medis di Magdeburg University di Jerman, seperti dilansir laman MSN.

Sabel dan tim peneliti menemukan bahwa stres mental yang berkepanjangan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan. Sesuai temuan mereka, hormon stres kortisol sebenarnya bisa merusak mata dan otak serta mengganggu aliran darah di bagian tubuh tersebut.

Mereka percaya bahwa stres bisa menjadi salah satu penyebab utama penyakit mata, seperti glaukoma, sekelompok penyakit yang merusak saraf optik dan bisa menyebabkan kebutaan.
Dengan pemikiran ini, mereka mengatakan penting bagi dokter mata untuk memasukkan pengurangan stres ke dalam rencana perawatan mereka.

"Dokter mata juga harus berhati-hati untuk tidak menyebabkan lebih banyak stres pada pasien mereka saat memberi mereka diagnosis," kata Dr. Muneeb Faiq dari Departemen Oftalmologi Sekolah Kedokteran Universitas New York.

Ia menambahkan, dari keterangan beberapa dokter yang melakukan perawatan, konsekuensi akibat stres adalah kehilangan penglihatan.

"Banyak pasien diberitahu bahwa prognosisnya buruk dan bahwa mereka harus siap untuk menjadi buta suatu hari nanti. Bahkan ketika ini masih jauh terjadi, rasa takut dan kecemasan berikutnya adalah beban ganda neurologis dan psikologis dengan konsekuensi fisiologis yang sering memperburuk kondisi penyakit," pungkas Dr. Faiq. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #stres-mental #bernhard-sabel #direktur-institut-psikologi-medis #magdeburg-university-jerman 

Berita Terkait

IKLAN