Rabu, 26 September 2018 10:21 WIB
pmk

Hukum

Suap Hakim Medan, KPK Geledah Kantor PN Medan hingga Rumah Hakim

Redaktur: Ali Rahman

Gedung KPK RI

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledehan di Kota Medan, ada tiga lokasi yang di geledah tim KPK, diantaranya, Rumah Hakim Adhoc Merry Purba, Kantor Pengadilan Negeri Medan, Rumah dan Kantor tersangka Tamin Sukardi.

Dalam penggeledahan yang dilakukan KPK, Tim menyita dokumen yang terkait dengan proses persidangan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan,

”Tim sedang melakukan penggeledahan di Medan, ada beberapa dokumen yang disita oleh tim,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Merry Purba merupakan hakim adhoc PN Medan yang sedang menangani perkara Tamin Sukardi di Pengadilan Negeri Medan.

Dalam kasus ini, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya, yaitu panitera pengganti PN Medan, Helpandi; pengusaha Tamin Sukardi, dan orang kepercayaan Tamin, Hadi Setiawan. Tamin berperan sebagai pemberi suap sedangkan Helpandi dan Hadi adalah perantara.

Pemberian suap itu diduga untuk mempengaruhi putusan perkara tipikor nomor perkara 33/Pid.sus/TPk/2018/PN.Mdn dengan terdakwa Tamin Sukardi. Dalam putusan itu, Tamin Sukardi divonis pidana enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 132 miliar. 

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 132 miliar. Merry Purba menyatakan Dissenting Opinion (DO) alias perbedaan pandangan dalam putusan itu.

Pemberian uang pertama kali telah dilakukan pada 24 Agustus 2018 di Hotel JW Marriot Medan melalui perantara. 

Sedangkan sisanya disita oleh KPK saat melakukan OTT di Pengadilan Negeri Medan pada Selasa, (28/8/2018). (cr-1)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pn-medan #kpk-ri #kasus-suap-hakim-di-medan #kasus-suap-hakim-di-medan #ott-hakim-di-medan #merry-purba 

Berita Terkait

IKLAN