Minggu, 23 September 2018 07:58 WIB
pmk

Politik

PBNU Sebut Peristiwa Berpelukan Prabowo dan Jokowi Citra Baik Indonesia sebagai Negara Muslim Terbesar

Redaktur: Ali Rahman

Presiden Joko Widodo berpelukan dengan Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto di venue pencak silat pada Asian Games 2018 di TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

INDOPOS.CO.ID - Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi menjelaskan bahwa peristiwa berpelukan antara Jokowi dan Prabowo bersama pesilat Hanifan Yudani Kusuma, Rabu (29/8/2018), menjadi citra baik dipandang di mata dunia internasional yang menyaksikan event Asian Games. 

"Gaungnya ke dunia internasional sangat berarti untuk menunjukkan, inilah negara muslim terbesar di dunia yang melaksanakan politik dengan sistim demokrasi yang damai. Tidak banyak negeri-negeri muslim yang bisa melakukan pergantian kepemimpinan nasional secara demokratis, damai dan aman secara periodik," ucapnya kepada INDOPOS di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Ia menjelaskan, kejadian itu juga menjadi sangat penting, karena pertemuan kedua tokoh ini bisa mendinginkan atau mencairkan suasana politik yang mulai memanas. 

"Khususnya untuk mencegah pihak ketiga atau pembonceng-pembonceng isu politik di balik rencana pemilihan presiden yang terus ingin meributkan suasana politik nasional agar tidak kondusif. Para pembonceng ini sengaja terus memanaskan suasana politik agar terjadi chaos, karena tujuan utamanya bukan soal pemilihan presiden itu sendiri," tukasnya. 

Diharapkan ke depan, lanjut Masduki, suasana politik nasional diisi oleh gagasan dan ide serta program yang menyejahterakan rakyat, keadilan ekonomi dan penegakan hukum yang berkeadilan. "Bukan diisi oleh isu isu yang tidak mendewasakan politik warga," tambahnya. (dil)  


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelukan-jokowi-prabowo #momen-mesra-jokowi-prabowo #pengurus-besar-nahdlatul-ulama #masduki-baidlowi 

Berita Terkait

IKLAN