Rabu, 19 September 2018 06:11 WIB
pmk

Hukum

Kasus Korupsi Investasi BMG, Kejagung Tahan Mantan Direktur Keuangan Pertamina

Redaktur: Ali Rahman

Kepala Pusat Penerangan Hukum, Kejaksaan Agung M Rum

INDOPOS.CO.ID - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan mantan Direktur Keuangan PT Pertamina, Frederik Siahaan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejagung. Frederik merupakan tersangka dalam kasus dugan korupsi penempatan investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 senilai Rp 568 miliar. 

Berdasarkan pantauan, Frederik sempat dipanggil secara patut oleh penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Tindak Pidana Khusus Kejagung. Usai diperiksa, Frederik langsung diangkut naik mobil tahanan ke Rutan Salemba Cabang Kejagung. 

"FS (Frederik Siahaan) ditahan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 30 Agustus 2018 sampai 18 September 2018, berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-20/20/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 30 Agustus 2018," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum, M Rum di Kejagung, Kamis (30/8/2018). 

Frederik ditahan dengan alasan objektif  karena terancam hukuman  di atas lima tahun penjara. Sedangkan alasan subjektif karena tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana. 

Frederik disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Selain Frederik, Kejagung juga menetapkan mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) pada Direktorat Hulu PT Pertamina Bayu Kristanto, Chief Legal Councel and Compliance Pertamina Genades Panjaitan dan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan. Namun dari para tersangka, hanya Bayu Kristanto dan Frederik yang sudah ditahan oleh Kejagung. Bayu sendiri ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung, sejak 8 Agustus 2018.  

Diketahui, kasus ini berawal pada 2009, ketika PT Pertamina (Persero) melakukan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian aset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaannya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi. Yakni, dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris, yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31.492.851 dolar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah 26.808.244 dolar AS dan tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada Pertamina dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional. 

Akibatnya keuangan negara cq. PT. Pertamina (Persero) dirugikan hingga sebesar 31.492.851 dolar AS dan 26.808.244 dolar Australia atau setara dengan Rp568.066.000.000 menurut perhitungan Akuntan Publik. Para tersangka pun terancam bakal dikenakan. (ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kejagung-ri #pt-pertamina #frederik-siahaan #korupsi-penempatan-investasi-pertamina #blok-basker-manta-gummy-australia #m-rum 

Berita Terkait

IKLAN