Senin, 19 November 2018 09:02 WIB
pmk

Politik

Jelang Tensi Tinggi Politik, Pelukan Jokowi-Prabowo Bak Oase di Padang Pasir

Redaktur: Ali Rahman

Presiden Joko Widodo berpelukan dengan Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto di venue pencak silat pada Asian Games 2018 di TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

INDOPOS.CO.ID - Pelukan Jokowi dan Prabowo di ajang Pencak Silat Asian Game menjadi viral di berbagai media. Adegan pelukan yang menandakan kemesraan kedua tokoh yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019 mendatang itu menjadi perbincangan publik.

Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai pelukan Jokowi dan Prabowo bagaikan oase di padang pasir yang panas dan kering. 

Menurutnya, momen bersatunya dua tokoh bangsa itu dapat menjadi penyejuk di tengah memanasnya suhu politik saat ini. Dia berharap momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk meredakan ketegangan yang terjadi di akar rumput.

"Para elit politik yang lain dan pendukung kedua kubu, semestinya bisa belajar dari sikap Jokowi dan Prabowo," ujar Karyono dalam kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Ia mengatakan, sejatinya adegan pelukan Jokowi dan Prabowo memiliki pesan politik yang hendak disampaikan ke khalayak yakni perdamaian. Keduanya secara tersirat ingin menyampaikan pesan agar pilpres 2019 berlangsung damai. 

Selain itu, makna pelukan yang dilakukan di tengah arena Asian Games, memiliki makna agar pilpres 2019 berlangsung fair play, profesional, saling menghormati, siap menang dan siap kalah. Seolah ingin mengimbau agar pertarungan pilpres belajar dari pertandingan pencak silat di Asian Game. 

"Siapapun pemenangnya tetap harus saling menghormati dan mengedepankan  persatuan untuk kemajuan bangsa Indonesia," tegas dia.

Lebih jauh lagi, Karyono menilai pelukan mesra Jokowi - Prabowo bisa menurunkan ketegangan di akar rumput, asalkan diikuti dengan instruksi dan komando oleh kedua tokoh beserta tim pendukungnya. Tapi jika tidak, maka kemesraan kedua capres tersebut hanya menjadi fatamorgana.

"Tapi memang tidak mudah mengendalikan emosi pendukung fanatik. Apalagi di tengah kultur politik yang saling menegasikan seperti yang terjadi saat ini, terutama ketegangan di media sosial," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelukan-jokowi-prabowo #momen-mesra-jokowi-prabowo #indonesia-public-institute #karyono-wibowo 

Berita Terkait

IKLAN