Jumat, 21 September 2018 07:05 WIB
pmk

Bulutangkis

Jojo Harus Konsisten

Redaktur:

jonatan christie

INDOPOS.CO.ID - Penampilan dua tunggal putra Indonesia di Asian Games 2018 menarik perhatian banyak pihak. Tak hanya kejutan medali emas dari Jonatan Christie, penampilan Anthony Sinisuka Ginting pun begitu baik.

Ia mengalahkan Juara Dunia 2018 asal Jepang, Kento Momota peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Chen Long, serta pemain terbaik India, Srikanth Kidambi.

Pelatih, tunggal putra Hendry Saputra mengaku gembira atas pencapain anak asuhnya di Asian Games. Dia mengatakan kuncinya yakni, latihan seperti biasa di pelatnas, latihan teknik dan ada peningkatan latihan fisik.

" Di pelatnas sudah latihan main dengan durasi diatas 85 menit. Kalau durasi latihan secara umum sekitar empat sampai lima jam sehari. Pagi tiga jam, sore dua jam. Kalau dibilang terlalu sebentar, buat kami yang penting itu kualitas. Percuma kalau lama tapi tidak ada kualitasnya," kata Hendry di Jakarta, Kamis (29/8).

Menurut dia, yang paling berat itu mempersiapkan pikiran mereka. Jonatan dan Anthony kalau mengembalikan bola dan mati itu bukan karena tekniknya jelek, tapi pikirannya. " Mau cepat menang, kurang sabar, kurang teliti, itu terus berpacu di alam pikiran mereka," ungkapnya.

Menurutnya,  tunggal putra di PBSI itu latihannya sudah maksimal. Disiplinnya pun  oke. " Kalau ngeluh ya saya nggak kirim ke  pertandingan.. Habis bagaimana, kalau kalah kan saya yang tanggungjawab," jelasnya.

Mengenai Jonatan menjadi juara, Hendry mengaku melihat dari peringkat. Kalau dari main pertama saja dia bisa melewati pemain peringkat di atasnya, dia  yakin pemain ranking satu sampai 14 dia bisa handle. Jonatan sekarang ada di peringkat 15. Tapi peringkat yang di bawahnya juga harus diwaspadai." Kalau saya lihat begini, saya nilai dia naik satu tingkat," katanya.

 

 Lebih lanjut, Hendry mengaku tidak berpesan banyak ketika Jonatan bermain.

"Saat itu saya tidak bisa mempengaruhi terlau banyak, karena dia sudah fokus untuk menang. Cuma satu yang saya bilang, kamu mesti sabar, ulet, tunggu kesempatan  untuk juara," paparnya.

Mengenai Anthony, Hendry mengakui dia  down. Karena semua orang kalah kalah pasti down.

"Saya bilang sama dia, kamu melakukan kesalahan, kamu nggak boleh kecewa. Kecuali kamu kalah karena tidak melakukan kesalahan. Bukan kamu main jelek lho, tapi kamu melakukan kesalahan di saat kritis itu," katanya.

Hendry juga berpesan jangan lihat menang kalahnya dulu ketika Anthony menghadapi Chou.

" Kalau bisa kamu  balas kejadian ini (kekalahan Anthony). Kita tuan rumah, kesempatan ini jangan disia-siakan. Tapi kalau kamu tidak bisa menguasai pikiran dan cara mainnya,  ya saya rasa kamu akan mengalami hal yang sama dengan Anthony. Nanti match point bisa tidak bisa menguasai. Ya kamu main bagus dulu deh," paparnya.

Lebih jauh, Hendry mengatakan, ipikiran dan mental Anthony dan Jonatan harus terus dibenahi. Bagaimana cara berpikir. Contohnya, selama di Asian Games, Anthony sudah lima atau enam kali match point nggak bisa menyelesaikan.

Nggak usah seperti itu. Kecuali kalau lagi adu cepat, ini kan bagaimana caranya memenangkan permainan. " Tapi ya sekarang dapat perunggu, mudah-mudahan bisa di olimpiade, harus optimis," imbuhnya.

Soal komentar negatif tunggal putra, Hendry mengaku justru menjadi  memotivasi.

Yang harus dijaga itu adalah atletnya, dia tidak boleh masuk dalam ranah itu, karena bisa stress dan trauma.

Atlet sudah berjuang untuk dirinya sendiri, untuk PBSI dan untuk negara. Jadi kalau ada tekanan, harapan yang over atau perkataan yang tidak bagus,  ini harus dijaga.

Hendry berharap para atlet dapat bermain konsisten. Karena Ini yang paling utama dan paling menantang. Konsisten dari segi prestasi dan bagaimana dia mengelola keadaan dirinya sendiri. Kalau suatu saat peringkat dia naik tapi dia tidak bisa jaga pikiran, jaga fisiknya, tekniknya, mainnya, otomatis akan drop juga. "Nah itu tugas saya untuk membantu pemain," ungkapnya. (bam)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-2018 

Berita Terkait

Sukses Karate di Asian Games untuk Modal ke Tokyo

Total Sport

Christo Akui Lebih Nyaman Bersama Aldila

Total Sport

IKLAN